Jamu yang menggunakan bahan-bahan alami, masih banyak diminati oleh masyarakat sebagai solusi kesehatan.
Di Yogyakarta sendiri terdapat Salah satu warung jamu legendaris berlokasi depan Taman Hiburan Rakyat (THR) jalan Brigjen Katamso nomer 132, Kampung Dipowinatan, Kota Yogyakarta.
Warung ini jamu "Jampi Asli" buka mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 19.30 WIB.
Penamaan nama warung jamu "jampi" ini sendiri berasal dari bahasa jawa kuno yang artinya jamu, ya warung jamu ini sudah eksis dari tahun 1875.
Sudah lebih dari setengah abad yakni 149 tahun yang lalu.
Di warung jamu ini, kalian dapat melihat beberapa foto yang terpajang di dinding.
Foto tersebut berisi tentang segala sesuatu berkaitan dengan warung ini dari generasi ke generasi.
Warung ini sekarang diteruskan oleh generasi ke 5, sebut saja Mbah Mujirah, nenek dengan usia 71 tahun dengan cicit satu sudah menjaga toko ini besama saudara kandungya sejak mbah Jirah berumur 35 tahun.
Dengan bahan-bahan tradisional temulawak,temu ireng dan lempuyang jamu ini dipercaya mempunyai khasiat sejak ratusan tahun lalu.
Warung ini tetap konsisten dalam meracik menggunakan alat-alat tradisional dalam proses pengolahan hingga memasak menngunakan tungku dan arang.
Warung ini sangat terkenal untuk membangkitan nafsu makan anak kecil dengan cara dicekok.
Namun sebenarnya di warung jamu ini menyediakan berbagai jamu baik untuk anak-anak sampai orang dewasa.
Setidaknya terdapat 25 jenis jamu yang bisa jumpai di warung jamu "Jampi Asli" seperti, jamu galian Putri, galian Kakung, uyup-uyup, sehat lelaki, sehat wanita, pegel linu , kunir asem, sawan kikir dan watukan.
Warung Jamu "Jampi Asli " pada 25 Desember 2014 mendapat piagam penghargaan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Piagam ini diberikan kepada jamu "Jampi Asli" atas pelestarian adat dan tradisi di lingkungan DIY.
Yang menariknya lagi warung ini pernah menjadi lokasi penelitian,yang pensaran akan khjasiat jamu ini lho, baik dari mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri.
Jadi buat kalian yang merasa umur muda tapi badan jompo buruan datang kesini.
Penulis: M Fikri Afifuddin
Editor : Bahana.