RADAR JOGJA – Pharomachrus mocinno, biasa dikenal sebagai burung resplendent quetzal. Spesies tropis ini banyak ditemukan di wilayah Meksiko Selatan dan Amerika Tengah.
Burung resplendent quetzal termasuk ordo Trogoniformes, keluarga Trogonidae dan genus Pharomachrus.
Menjadi burung yang dikenal warna-warni, resplendent quetzal tentu memiliki perbedaan antara jenis kelaminnya.
Hingga kini, burung replendent quetzal menyandang status sebagai hewan nasional Guatemala. Dengan ikon burung yang digambarkan pada bendera dan lambang negara. Sekaligus menjadi salah satu faktor dimana nama mata uang quetzal Guatemala diciptakan.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Jelaskan Sikap Pemerintah, Tegaskan Tidak Ada Revisi UUK DIY
Karakteristik fisik pharomachrus mocinno yang paling menonjol adalah warna-warni pada bulunya. Tubuh mereka berwarna hijau dengan menunjukkan warna-warni perpaduan dari hijau dan emas. Bagian dada burung berwarna merah.
Saat terkena cahaya, bulu burung quetzal bersinar sesuai dengan varian warnanya. Seperti warna hijau, kobalt, kapur, kuning sampai biru laut. Memiliki penutup di bagian ekor yang berfungsi sebagai tempat persembunyian ekor mereka.
Penutup sayap primer memiliki panjang yang luar biasa dengan tampilan berumbai. Burung jantan memiliki jambul menyerupai helm. Sebagian paruhnya ditutupi bulu-bulu filamen hijau berwarna kuning.
Hal ini banyak terdapat pada pihak jantan. Sedangkan betina berwarna hitam. Bulu yang berwarna-warni memberikan kesan spesies ini tampak berkilau.
Selain itu, burung resplendent quetzal memiliki berat 180-210 gram. Untuk panjangnya 36-40 cm. panjang umurnya berkisar 3 hingga 10 tahun.
Baca Juga: Inilah Rekomendasi Vibes Tempat Nyore di Jogja, Nomor Tiga Bikin Tercengang
Burung ini juga sering mendiami kawasan hutan hujan tropis, pegunungan tertutup awan hingga area terbuka.
Burung quetzal merupakan jenis burung imigran dataran tinggi yang melakukan migrasi dari lereng ke hutan kanopi selama musim kawin.
Diluar musim kawin, burung quetzal dominan hidup secara mandiri. Namun, terkadang mereka juga dapat berkumpul dalam jumlah besar di sebuah pohon.
Burung resplendent quetzal dewasa memiliki pola makan yang begitu banyak dengan konsumsi buah-buahan. Sedangkan untuk anak burung, mereka mengonsumsi serangga dan hanya beberapa buah tertentu saja.
Seringkali spesies tropis ini menerapkan metode melayang dan menunda untuk memetik buah. Seperti buah alpukat liar yang sering digunakan dan ditelan oleh burung tersebut sampai keluar bijinya.
Mereka sejenis burung omnivora dengan bahan makanan dari buah-buahan sampai memangsa tawon, semut hingga larva.
Baca Juga: Moon Chang-jin Mengaku Tidak Bisa Tidur Usai PSS Kembali Takluk Dalam Pertanding Ketiganya
Perkembangbiakan quetzal menerapkan teritorial mogami atau seekor jantan untuk satu betina. Biasanya jadwal musim kawin dari Maret hingga April di wilayah Meksiko, Mei hingga Juni di El Savador dan yang terakhir Maret di Guatelama.
Sarang burung quetzal lebih dari 200 kaki atau 61 meter di udara. Burung betina bertelur 2 butir dengan warna biru pucat di sarangnya. Kedua induk juga bergiliran dalam mengerami dan berlangsung selama 18 hari.
Saat telur sudah menetas, kedua induk akan merawat anaknya secara bersamaan. Saat memasuki akhir masa pemeliharaan, burung betina akan meninggalkan anak-anaknya.
Eksotisme burung resplendent quetzal tak hanya terlihat penampilannya, tetapi juga memberikan peran penting dalam budaya dan ekosistem di wilayah Amerika Tengah.
Penulis: Razmarita Dyasprinasti
(Berbagai Sumber)