RADAR JOGJA – Upupa epops, lebih dikenal sebagai burung hud-hud Eurasia atau Eurasian hoopoe. Salah satu spesies burung yang dapat menarik perhatian karena pesonanya.
Burung hud-hud Eurasia termasuk dalam ordo Bucerotiformes, keluarga Upupidae dan genus Upupa. Burung ini juga menjadi spesies yang paling banyak tersebar dari genus Upupa.
Persebaran burung endemik hud-hud Eruasia meluas ke benua Eropa, Asia hingga ada dibagian utara Afrika. Saat musim dingin tiba, sebagian burung yang berada di wilayah Eropa dan Asia melakukan migrasi ke daerah tropis.
Selain itu, burung hud-hud yang berkembangbiak di benua Eropa akan melakukan migrasi ke daerah Sahel belt di Afrika Sub-Sahara. Sedangkan populasi di Afrika tergolong menetap sepanjang tahun.
Karakteristik fisik burung hud-hud diantaranya, badan berwarna seperti kayu manis yang khas dengan sayap hitam dan putih.
Kemudian jambul yang dimiliki tegak dan tinggi. Bagian ekor hitamnya terdapat pita putih yang lebar dengan paruh panjang melengkung kebawah.
Berat dari badan burung hud-hud Eurasia kisaran 46 hingga 89 gram. Sedangkan untuk panjangnya 25 sampai 32 cm.
Kehidupan burung hud-hud Eurasia sebagian besar berada di tanah. Karena mereka biasanya mencari makan seperti larva dan serangga di tanah juga.
Burung ini membutuhkan area tanah gundul dengan tumbuhan yang sedikit. Permukaan vertikal rongga seperti tebing, tumpukan jerami, pohon hingga kotak sarang telah memudahkan burung hud-hud Eurasia mencari makan.
Kebutuhan makanan burung dapat terpenuhi jika memilih habitat seperti padang rumput, rawa-rawa hutan, sabana hingga padang rumput yang berhutan.
Saat di udara, mereka jarang mencari makan. Mereka memanfaatkan sayap kuatnya dengan cepat dan lincah untuk mengejar serangga di area tanah.
Pada umumnya, gaya mencari makan burung hud-hud Eurasia terbilang berjalan melangkah di tanah yang terbuka. Bolak -balik berhenti sejenak untuk mencari makan dengan paruh mereka yang panjang.
Waktu yang tersisa setelah mencari makan adalah berjemur. Burung hud-hud Eurasia merentangkan sayap dan ekor dengan posisi merendah di tanah. Kemudian pada bagian kepala, mereka miringkan ke atas.
Di sela-sela waktu tertentu, mereka juga suka melipat sayap dan merapikan bulu. Burung ini pun seringkali melakukan aktivitas mandi debu dan pasir.
Eurasian hoopoe memiliki pola makan karnivora alias hewan pemakan serangga. Mereka banyak memakan reptile kecil, katak, terkadang juga tanaman biji hingga buah-buahan.
Burung ini juga bersifat monogami serial yang berarti mereka memiliki ikatan berpasangan dan berlangsung sekitar satu musim kawin saja.
The Eurasian hoopoe atau burung hud-hud Eurasia adalah spesies burung yang menakjubkan dengan jambul unik dan menarik. Dengan persebaran yang luas, populasi burung hud-hud Eurasia tergolong banyak. ***
Razmarita Dyasprinasti
(Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin