Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menyusuri Warung Murakabi Minggir: Inovasi Warung Kelontong Unik dengan Sentuhan Seni di Jogja, Mengutamakan Produk Lokal

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 1 Agustus 2024 | 18:35 WIB

Warung kelontong unik yang hanya menjual produk lokal Jogja saja.
Warung kelontong unik yang hanya menjual produk lokal Jogja saja.


RADAR JOGJA - Jogja, yang dikenal sebagai destinasi wisata dan pusat kreativitas di Indonesia, menyimpan banyak bukti nyata akan semangat inovatif yang berkembang di kota ini.

Salah satu contohnya adalah Warung Murakabi Minggir, sebuah warung kelontong yang dikemas dengan cara yang unik dan menarik.

Selain menawarkan konsep yang segar, warung ini juga berfungsi sebagai platform untuk mengembangkan potensi lokal, menampilkan kreativitas anak muda Jogja dalam setiap aspek.

Warung Murakabi Minggir didirikan oleh empat orang co-founder meliputi Ida Mandalawangi, Seno, Asri Saraswati, dan Andhika Mahardika.

Keunikan dari warung ini terletak pada latar belakangnya sebagai pengembangan dari sebuah instalasi seni yang pernah dipamerkan di ArtJog pada tahun 2019 dan 2020.

Menurut Ida Mandalawangi, ide awal dari "Murakabi movement" berakar dari ArtJog 2019, di mana konsep tersebut muncul sebagai sebuah instalasi seni.

Instalasi seni ini diinisiasi oleh Santi, seorang perupa, yang bekerja sama dengan Singgih Hartanto, seorang desainer.

Keduanya memiliki kekhawatiran serupa mengenai warung zaman sekarang yang dinilai terlalu transaksional dan menjauhkan produsen dari konsumen.

Ide mereka adalah untuk menciptakan sebuah warung kelontong yang lebih personal dan terhubung langsung dengan komunitas.

Warung Murakabi Minggir, akhirnya terwujud pada tahun 2021 sebagai bentuk warung nyata yang menjual produk lokal dari daerah Minggir dan sekitarnya.

Ida Mandalawangi menjelaskan, produk-produk yang tersedia di warung ini dipilih dengan cermat, sehingga pengunjung bisa mengetahui sumber, pembuat, dan proses pembuatan dari setiap produk yang mereka beli.

Sebagai contoh, beras yang tersedia di sini meliputi berbagai jenis, seperti beras putih organik, beras merah, dan ketan hitam, yang semuanya diperoleh dari hasil panen masyarakat sekitar.

Baca Juga: Mengatasi Stunting Lewat Program Jamban Sehat: Kabupaten Purworejo Terima DAK Fisik Rp 4,7 Miliar, Sepuluh Desa Ini Bakal Jadi Sasaran

Karena mengutamakan produk lokal, Warung Murakabi Minggir menggantikan minyak sawit dengan minyak kelapa dan gula dengan gula aren semut.

Selain menyediakan sembako untuk kebutuhan sehari-hari, warung ini juga menawarkan berbagai camilan khas Jogja yang mungkin sulit ditemukan di warung kelontong biasa, seperti enting-enting, tape, kacang mete, dan lainnya.

Bagi pengunjung dari luar Jogja yang penasaran, mereka tidak hanya bisa berbelanja barang berkualitas, tetapi juga menikmati makanan khas Jogja.

Warung ini menyediakan berbagai minuman seperti kopi, teh, jamu, dan minuman rempah yang bisa dipesan dan dinikmati langsung di tempat, serta berbagai pilihan makanan.

Makanan disini cukup unik, termasuk makanan legendaris yang sudah jarang dijual, seperti nasi tiwul khas Jogja, nasi bakar dengan berbagai isian, dan beberapa menu sederhana lainnya.

Jika penasaran dengan warung unik ini, lokasinya berada di Kedung Prahu, Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung ini buka dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB setiap hari.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Dipamerkan #anak muda #Warung Murakabi Minggir #inovatif #perupa #Co-founder #sembako #ArtJog #transaksional #potensi lokal #camilan khas Jogja #destinasi wisata #unik dan menarik #makanan legendaris #pusat kreativitas #Instalasi seni #kreativitas anak muda Jogja #desainer #Jogja #menjual produk lokal #warung kelontong