Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Memelihara Warisan Berharga: Keindahan Arsitektur dan Sejarah Masjid Tertua di Jogja

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 11 Juli 2024 | 17:31 WIB
Masjid Gede Kauman Keraton Jogja.
Masjid Gede Kauman Keraton Jogja.

RADAR JOGJA - Masjid-masjid tertua di Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu dari perkembangan sejarah dan kebudayaan.

Dengan arsitektur yang megah dan cerita sejarah yang mendalam, masjid-masjid ini menawarkan pengalaman spiritual dan budaya yang tak tertandingi.

Mari kita telusuri keindahan dan sejarah dari beberapa masjid tertua di Jogja:

1. Masjid Gede Kauman


Masjid Gede Kauman, yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Kraton Yogyakarta, merupakan salah satu ikon budaya yang paling penting di Yogyakarta.

Dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Hamengkubuwono I, masjid ini menggabungkan gaya arsitektur Jawa klasik dengan pengaruh Islam yang kuat.

Kubah yang tersusun megah dengan ornamen ukiran yang rumit menjadi ciri khas yang tak terlupakan.

Masjid ini syarat akan makna filosofis di setiap sudut bangunan dan ornamen.

Merupakan salah satu monumen budaya lintas zaman yang harus dijaga karena masjid ini telah melewati berbagai zaman.

Pembangunan masjid ini, menggunakan bahan berupa kayu jati Jawa utuh tanpa sambungan dan telah berusia 500 tahun.

Ornamen-ornamen yang digunakan pada ruang shalat utama, seperti dinding, dibuat menggunakan batu alam putih.

Kemudian tiang-tiang penyangganya berbahan kayu jati.

Lantainya dari marmer dikirim langsung dari Italia.

Uniknya  masjid ini dibangun tanpa sapuan kuas. Hal ini menandakan bahwa setiap orang yang hendak beribadah harus benar-benar dalam kondisi yang suci.

Selain itu, di ruang utama ini terdapat ruang yang dikhususkan bagi sultan dan keluarganya untuk melaksanakan ibadah.

2. Masjid Pathok Negara


Masjid Pathok Negara, yang terletak di Desa Bokoharjo, Sleman, merupakan salah satu masjid tertua di Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono II pada tahun 1784 M.

Arsitekturnya yang sederhana namun elegan, dengan atap joglo khas Jawa dan ukiran kayu yang indah, mencerminkan keindahan seni bangunan tradisional Jawa.

Masjid Pathok Negara berjumlah empat masjid yang tersebar searah mata angin.

Hal ini, memiliki nilai filosofisnya yakni Masjid Pathok Negara merupakan salah satu pilar berdirinya Kasultanan Yogyakarta yang apabila diartikan menjadi batas wilayah negara atau pedoman pemerintahan negara.


3. Masjid Suci (Masjid Agung Kotagede)


Masjid Suci, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Agung Kotagede, adalah masjid tertua di Yogyakarta yang dibangun pada tahun 1575 M oleh Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam.

Arsitekturnya yang megah dengan gaya joglo yang kuat dan hiasan-hiasan ukiran yang rumit menggambarkan kemegahan dan keagungan zaman dahulu.

Selain itu, di masjid ini terdapat sebuah kolam kecil yang dahulunya digunakan sebagai tempat untuk membasuh kaki sebelum masuk untuk beribadah.

Kompleks masjid yang ditumbuhi oleh pohon-pohon hijau membuat suasana yang sejuk dan tenang ketika berada disalah satu masjid tertua ini.

4. Masjid Taqwa Krapyak


Masjid Taqwa Krapyak, yang terletak di Krapyak, Sleman, adalah salah satu masjid bersejarah di Yogyakarta yang memiliki gaya arsitektur unik yang mencerminkan perpaduan budaya Islam dan Jawa.

Dibangun pada tahun 1926 M, masjid ini tetap mempertahankan keaslian arsitektur tradisionalnya yang menawan.

Masjid-masjid tertua di Yogyakarta tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus dijaga dengan baik.

Dengan memelihara keindahan arsitektur mereka yang megah dan merawat sejarahnya yang kaya, kita turut melestarikan identitas budaya yang berharga bagi generasi mendatang.

Kunjungi masjid-masjid ini untuk merasakan kedamaian spiritual dan kekayaan sejarah yang menakjubkan di tengah kota Yogyakarta yang modern. (Sergio Jubilleum Asqueli)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#arsitektur #warisan #masjid suci #Masjid Pathok Negara #masjid tertua #masjid gede kauman #sejarah #kebudayaan #berharga #keindahan #Masjid Taqwa Krapyak #Jogja #Memelihara