Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jajanan Jadul Gandos Tetap Eksis di Tengah Serbuan Jajanan Kekinian, Omzet Penjualnya Juga Bikin Menyala Dompet

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 19 Mei 2024 | 16:00 WIB
MACAM-MACAM SEBUTAN GANDOS: Kue gandos memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah. Di Surabaya namanya rangin. Di Jakarta disebut kue pancong.  Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
MACAM-MACAM SEBUTAN GANDOS: Kue gandos memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah. Di Surabaya namanya rangin. Di Jakarta disebut kue pancong. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Di tengah gempuran jajanan kekinian, gandos masih banyak dicari masyarakat. Jajanan khas jadul berbahan dasar tepung beras itu masih lestari hingga kini.

Untuk bisa mencicipi jajanan tradisional ini, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Dengan harga di bawah Rp 10 ribu, masyarakat sudah bisa membeli satu porsi gandos.

Salah seorang penjual yang melestarikan kuliner murah meriah ini adalah Siti Kholimah, 43. Jualannya tersebar di dua pasar yakni Pasar Kranggan dan Pasar Kotagede, Jogja.

 

 

"Tahun ini memang meningkat, kita sudah campuran tepung beras sama terigu. Sama kelapa muda dan garam. Kalau pelanggan dari yang muda dan sepuh," jelasnya.

Omzet per harinya mencapai Rp 700 ribu saat ramai, dan minimal Rp 500 ribu per hari untuk satu pasar saja.

Pelestari gandos lain adalah Fitriani, 32, yang memiliki dua cabang di Alun-Alun kidul dan Jalan DI Pandjaitan, ditambah satu lapak dibuka setiap weekend di pasar tiban sunday morning UGM.

Dia berjualan sejak 2014. Setiap hari menyediakan kebutuhan adonan 25 kg adonan. Dari pukul 06.00-08.15 selalu ludes dibeli pelanggan yang mayoritas kalangan anak muda hingga dewasa.

"Belum selesai mateng, udah mesti habis . Jadi nggak perlu ditata di etalase, udah langsung habis," katanya.

Gandos Bu Paerah itu spesial gluten free atau jajanan khas yang bebas gluten. Dan adonannya pun masih tradisional tanpa bahan dasar tambahan tepung terigu maupun maizena. Cukup tepung beras, kelapa, dan santan. Sehingga masih menjaga cita rasa khas gandos jaman dulu.

 

 

"Punya kita memang agak beda. Jadi gandos yang masih asli rasanya dan nggak ngembang gitu. Saya meneruskan resep dari simbah dulu. Kami juga nggak pakai pengembang," bebernya.

Harga gandos dijual Rp 7 ribu untuk satu porsi. Dalam satu porsi berisi 10 gandos. Pun omzet yang diterima di satu tempat mencapai Rp 400 ribu-Rp 500 ribu.

"Kalau tiga tempat buka semua ya bisa Rp 1,5 juta dengan modal Rp 200 ribu di tiga tempat," tambahnya. (wia/laz)

Editor : Herpri Kartun
#romantisme #Gandos #oldies #lawasan #Jogja