Tahun Kedua Nakhodai PSIM Jogja, Van Gastel Pilih Menunggu Pembuktian Skuad Barunya

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 21:38 WIB
Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Jean Paul Van Gastel kini memasuki tahun kedua sebagai pelatih PSIM Jogja dengan wajah skuad yang mengalami sejumlah perubahan, untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027. Namun demikian, pelatih asal Belanda itu belum mau terburu-buru menyimpulkan apakah skuad musim ini benar-benar lebih baik dibandingkan musim lalu.

PSIM memang melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain untuk menjalani musim keduanya di kasta tertinggi. Lima pemain asing baru sudah didatangkan yakni Adrian Purczycki, Ondrej Rudzan, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria.

Dari pemain lokal, Laskar Mataram mendatangkan Ahmad Agung dan Alwi Fadilah. PSIM juga kembali mendapatkan tenaga Diandra Diaz setelah musim lalu menjalani masa peminjaman di Bekasi FC. Sementara dari internal akademi, kiper muda Athaullah Daib dipromosikan ke tim utama.

Baca Juga: Kalah Tiga Kali Beruntun, Pelatih PSS Pieter Huistra Mengaku Tidak Dapat Teguran dari Manajemen

Perubahan itu menjadi bagian dari upaya PSIM menambal sejumlah persoalan yang ditemukan Van Gastel pada musim lalu. Salah satunya berkaitan dengan efektivitas permainan ketika menghadapi pertahanan lawan yang bermain lebih dalam.

Namun, bagi Van Gastel, tambahan pemain dan perubahan komposisi skuad belum cukup menjadi dasar untuk mengatakan bahwa timnya sekarang lebih baik.

"Kami datangkan pemain-pemain berbeda karena kami rasa perlu menambah beberapa kualitas. Mari kita lihat bagaimana akhirnya, apakah kami membuat keputusan yang tepat atau tidak. Sulit untuk mengatakannya terlalu awal," kata Van Gastel, Senin (28/9/2026).

Sikap itu menunjukkan Van Gastel masih melihat proses adaptasi sebagai bagian penting dari perjalanan PSIM musim ini. Terlebih, sejumlah pemain baru harus beradaptasi dengan lingkungan sepak bola Indonesia, sistem permainan yang diterapkan, serta karakter rekan-rekan setimnya.

Baca Juga: Pieter Huistra Terus Racik Formula untuk Formasi PSS Sleman

Sebelum musim bergulir, Van Gastel memang menegaskan salah satu fokusnya bukan hanya melihat kemampuan individu pemain. Dia juga ingin mengetahui kombinasi pemain yang paling cocok dengan sistem permainan yang diterapkannya.

Karena itu, tiga pertandingan awal musim ini belum menjadi ukuran akhir bagi Van Gastel untuk menilai hasil perubahan skuad. Dia masih membutuhkan waktu untuk melihat bagaimana pemain-pemain baru tersebut menyatu dengan pemain yang sudah lebih dahulu berada di PSIM.

Apalagi, musim kedua PSIM di kasta tertinggi diprediksi ia memiliki tantangan berbeda. Kompetisi dinilainya semakin ketat dengan kehadiran sejumlah tim promosi yang memiliki kekuatan finansial serta tambahan agenda League Cup yang membuat jadwal pertandingan semakin padat.

Baca Juga: 2.676 Pelanggar KTR Terjaring di Malioboro Mayoritas Wisatawan, Kesadaran Warga Lokal Diklaim Tinggi

"Saya pikir, liga tahun ini akan lebih kompetitif dan lebih menantang dengan adanya League Cup serta jeda-jeda panjang," bebernya.

Karena itu, Van Gastel pun tidak memberikan jaminan musim kedua PSIM otomatis akan berjalan lebih baik daripada musim pertama. Bagi Van Gastel, pembuktian terhadap perubahan skuad PSIM pada akhirnya tidak ditentukan oleh nama-nama pemain yang datang pada awal musim.

Jawabannya akan terlihat dari bagaimana tim tersebut berkembang dan memberikan hasil sepanjang kompetisi. "Tidak punya jaminannya. Kalau tidak punya jaminan, kita harus realistis. Seperti yang saya katakan, liga lebih kompetitif," tutur Van Gastel. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 ondrej rudzan Adrian Purczycki Jean Paul van Gastel PSIM Jogja