Meski PSIM Punya Catatan Kemenangan di GBT Musim Lalu, Van Gastel Tegaskan Situasi Kini Berbeda

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:34 WIB
Para pemain PSIM Jogja saat menjalani sesi latihan rutin. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
TEKAD CURI POIN: Para pemain PSIM Jogja saat menjalani sesi latihan rutin. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - PSIM Jogja mulai bersiap menghadapi tantangan pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram akan bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam.

Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel mengakui masih terus mematangkan formula yang akan digunakan timnya dalam pertandingan itu. Setelah ditahan imbang Persita Tangerang 1-1 pada pekan lalu, ia memilih lebih dulu melakukan evaluasi sebelum menentukan pendekatan menghadapi Persebaya.

Van Gastel mengatakan, dirinya perlu menonton kembali pertandingan PSIM melawan Persita sekaligus mempelajari permainan Persebaya sebelum mengambil keputusan mengenai strategi dan pemain yang akan diturunkan.

Baca Juga: Kontrak Setahun, Marvin Loria Ingin Bertahan Lebih Lama di PSIM meski Belum Rasakan Debut

"Saya perlu tonton ulang pertandingannya, baru memutuskan bagaimana kami bermain dan siapa yang jadi starter. Juga apa yang bisa kami perbaiki dan apa yang sudah berjalan dengan baik," kata Van Gastel, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, secara garis besar, PSIM memiliki cara bermain yang sudah dibangun sejak musim lalu. Namun detail permainan bisa berubah menyesuaikan karakter lawan yang dihadapi.

"Kami punya cara tertentu dalam bermain, hanya saja terkadang detailnya berbeda. Jadi, saya harus melihat detail seperti apa yang perlu kami ubah," ujarnya.

PSIM sejatinya memiliki memori positif ketika bertandang ke GBT pada musim lalu. Dalam laga pembuka kompetisi musim 2025/2026, Laskar Mataram berhasil membawa pulang poin penuh setelah mengalahkan Persebaya dengan skor 1-0.

Baca Juga: Pasar Sepi dan Retribusi Tetap Jalan Disoal Pedagang Pasar Bantul, DKUKMPP Akan Lakukan Kajian

Gol kemenangan PSIM ketika itu dicetak Ezequiel Vidal. Hasil tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan PSIM menjalani musim perdananya di kasta tertinggi setelah promosi.

Namun, Van Gastel menegaskan, kemenangan musim lalu tidak bisa dijadikan acuan untuk pertandingan musim ini. Menurutnya, pertandingan musim lalu dan musim sekarang berada dalam konteks yang berbeda.

"Musim lalu kami memang menang 0-1 di laga pembuka melawan Persebaya, tetapi itu tidak berlaku sekarang. Ini pertandingan yang berbeda,"  tegasnya.

Hal serupa juga berlaku untuk catatan pertemuan PSIM melawan Persita. Sebelum bermain imbang 1-1 pada pekan pertama musim ini, PSIM dua kali kalah dari Persita pada musim lalu. Van Gastel menilai hasil-hasil itu tidak relevan untuk menentukan apa yang akan terjadi pada pertandingan baru.

Baca Juga: Kopi Hitam atau Kopi Susu, Mana yang Lebih Sehat Dikonsumsi Setiap Hari?

"Musim baru tim berbeda dan sebagian besar pelatih yang berbeda. Jadi, tidak bisa membandingkan pertandingan-pertandingan lalu. Kami memulai dari awal," jelas Van Gastel.

Karena itu, persiapan PSIM menuju GBT akan lebih banyak ditentukan dari hasil evaluasi pertandingan terkini dan pengamatan terhadap kekuatan Persebaya. Van Gastel ingin terlebih dahulu mengidentifikasi aspek permainan yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki sebelum menentukan komposisi tim.

Laga di GBT sekaligus menjadi pertandingan tandang pertama PSIM pada kompetisi musim ini. Berbeda dengan musim lalu ketika kemenangan atas Persebaya menjadi pembuka perjalanan di kasta tertinggi, kali ini PSIM datang dengan target memperbaiki hasil setelah hanya meraih satu poin dari pertandingan perdana. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Stadion Gelora Bung Tomo persebaya surabaya Laskar Mataram Jean Paul van Gastel PSIM Jogja