Meski Kalah dari Bali United, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Tetap Puas dengan Anak Asuhnya 

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 22:28 WIB
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)

BALI - Meski harus kalah di laga perdana dari Bali United dengan skor 1-2, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mengaku tetap senang dengan penampilan para anak asuhnya. Pelatih asal Belanda ini menyebut Bali United jika main di kandang selalu menampilkan pertandingan yang keras. 

"Tapi menurut saya, situasi gol pertama buat dia tidak penalti, dan kami tidak beruntung untuk situasi penalti," cetusnya usai pertandingan. 

Huistra mengaku setelah kekalahan ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap timnya. Sebab pelatih berusia 59 tahun ini ingin timnya bisa bermain dengan lebih bagus lagi.

"Menurut saya juga, kami bisa lakukan lebih bagus. Cara kami bermain harus lebih bagus," bebernya. 

Baca Juga: Ingin Usia 97 Tahun PSIM Jogja Jadi Awal Sejarah Baru

Kiper PSS Ega Rizky Pratama juga mengaku tetap mengapresiasi perjuangan tim di laga kali ini. Meskipun kalah, anak-anak Sleman bisa terus berjuang hingga akhir pertandingan. 

"Saya apresiasi perjuangan rekan-rekan, dari pemain, staf. Kami sudah berjuang sampai menit terakhir," katanya. 

Ya, di laga perdana kompetisi Super League musim 2025/2026 ini PSS harus mengawali langkahnya dengan hasil minor. Laskar Sembada dipaksa menyerah dengan skor 1-2 dari tuan rumah Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) malam.

Laga antara PSS dan Bali United ini sejatinya berjalan menarik. Akan tetapi, sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak-anak Bumi Sembada langsung mendapat gempuran sengit dari lini serang Serdadu Tridatu. 

Baca Juga: Sambut HUT ke-97 Klub, Ribuan Suporter Gowes Bersama dari Wisma PSIM ke Tugu Jogja

Meski terus tertekan, PSS sempat merespons dan menebar ancaman balik lewat beberapa peluang yang didapat sang striker, Matheus Fornazari.

​Petaka bagi PSS Sleman datang pada menit ke-38. Itu saat Cloudio Mutzi melakukan pelanggaran terhadap Teppei Yachida di area terlarang. Yachida yang maju sebagai algojo tanpa ampun melesakkan bola ke gawang Super Elja di menit ke-39, sekaligus membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.

​Memasuki babak kedua, jual beli serangan tersaji makin sengit. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, anak-anak Bumi Sleman justru kembali kebobolan pada menit ke-66.

Berawal dari blunder Christophe Nduwarugira di dalam kotak penalti, Remco Balk berhasil mencuri bola lalu menyodorkan umpan matang kepada Queven Da Silva. Berdiri tanpa kawalan, pemain bernomor punggung 88 itu dengan mudah menceploskan si kulit bundar ke gawang Ega Rizky. Bali United pun unggul dengan skor 0-2.

Baca Juga: Gagal Awali Super League dengan Manis, PSS Sleman Harus Tunduk 1-2 dari Bali United

​Unggul dua gol membuat Bali United menurunkan tempo dan cenderung bermain menunggu. Tuan rumah sebenarnya sempat mencetak dua gol tambahan, masing-masing lewat sundulan Irfan Jaya di menit ke-76 dan aksi Van Der Sande di menit ke-81. Beruntung bagi PSS, kedua gol tersebut dianulir wasit karena Irfan Jaya lebih dulu terjebak posisi offside.

Nafas lega baru menghampiri Dominikus Dion dan kawan-kawan di menit-menit akhir. ​PSS bisa memperkecil ketertinggalan pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+5. 

Tandukan Melvyn Lorenzen yang memanfaatkan umpan silang Saiful Djoge sukses menggetarkan jala Bali United. Sayang, gol tersebut menjadi yang terakhir di laga ini dan PSS Sleman harus rela meratapi kekalahan di laga perdana dengan skor 1-2. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Stadion I Wayan Dipta PSS Sleman pieter huistra bali bali united