Sempat Trauma, Kapten SSB Baturetno Bantul Sudah Masuk Sekolah, Semangat Main Bola Tak Surut

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:26 WIB
SEMANGAT: Selain sekolah, Askan (Adskhan Jarrar Fauzy) sudah bermain bola lagi, Kamis (20/8/2026)
SEMANGAT: Selain sekolah, Askan (Adskhan Jarrar Fauzy) sudah bermain bola lagi, Kamis (20/8/2026)
BANTUL - Kondisi Adskhan Jarrar Fauzy, kapten SSB Baturetno U-13 yang menjadi korban insiden tendangan kungfu dari pemain Mataram Utama (MU) di ajang Piala Soeratin U-13, menunjukkan perkembangan positif. Meski sempat mengalami pusing hebat hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, bocah yang akrab disapa Askan itu kini sudah kembali beraktivitas dan mulai masuk sekolah.

​Ibu Askan, Sri Utami mengungkapkan kondisi putranya saat ini sudah membaik. Bahkan semangat sang anak untuk kembali beraktivitas sangat tinggi hingga meminta sendiri untuk mulai masuk sekolah.

"Alhamdulillah anaknya sudah sehat. Tadi pagi malah sudah minta berangkat ke sekolah. Daripada di rumah saja kan kasihan. Ya, aktivitasnya sudah mulai biasa lagi," katanya kepada Radar Jogja, Senin (24/8/2026). 

Baca Juga: Polisi Masih Tunggu Kondisi Korban untuk Periksa Dugaan Pengeroyokan Pelajar di Pantai Sepanjang

​Sri menceritakan detik-detik mencekam usai benturan keras di lapangan. Saat insiden terjadi, Askan sempat tidak banyak bicara dan hanya bisa menangis menahan rasa sakit.

Keluhan berat di kepala baru disampaikan Askan kepada kakaknya saat dalam perjalanan pulang, persis di area lampu merah Dongkelan, Bantul.

​Melihat kondisi Askan yang mengeluhkan pusing berat dan kepala terasa membeban, pihak keluarga tanpa berpikir panjang langsung membawanya ke UGD Rumah Sakit JIH Jogja. 

""Dokter di UGD saat itu tidak berani langsung memulangkan. Berdasarkan hasil gambaran CT Scan, dokter menyarankan untuk rawat inap dan observasi terlebih dahulu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya. 

Baca Juga: Pilur Serentak Gunungkidul: Penetapan DPT Belum Tuntas, Komposisi 230 TPS Dipastikan Tetap

​Selama dua hari perawatan di rumah sakit, lanjut Sri, Askan mendapatkan pengobatan saraf secara bertahap melalui terapi injeksi. Beruntung, proses pemulihannya tergolong cepat berkat semangat tinggi dari Askan sendiri. 

Latihan fisik ringan seperti duduk dan berinisiatif berjalan mandiri ke toilet turut membantu mempercepat pemulihan dan meredakan rasa pusingnya. ​Setelah kondisinya dinilai stabil dan tidak lagi keliyengan, Askan diperbolehkan rawat jalan dengan pembekalan obat oral (minum).

"Sampai hari ini pergi sekolah juga masih membawa obat minumnya. Sudah saya wanti-wanti agar tidak lupa diminum, bahkan saya minta bantuan wali kelas dan teman-temannya untuk ikut memantau," ungkap Sri.

​Terkait kondisi psikologis, Sri tak menampik trauma sempat membayangi putranya. Namun hadirnya dukungan dari teman-teman sebayanya yang datang menjenguk ke rumah, cukup ampuh mengembalikan keceriaan Askan. 

Kecintaan Askan terhadap si kulit bundar tetap tidak luntur sedikit pun. "Anaknya masih pengin main bola lagi. Tapi sebagai orang tua, harapan saya tentu tidak ada lagi kejadian seperti ini di lapangan," tegasnya.

Baca Juga: Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga, 92 Kali Guguran Lava Terjadi Sepanjang Hari

​Sri membeberkan Askan rupanya sudah dua kali menjadi korban aksi kasar dari pemain lawan yang sama dalam ajang berbeda. Sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi di wilayah Jawa Tengah, di mana saat itu kepemimpinan wasit dinilai lebih tegas.

Oleh karena itu sebagai orang tua, Sri berharap ada evaluasi dan pembinaan mental bagi pemain-pemain muda. Itu agar tidak menanamkan sifat dendam atau menghalalkan segala cara untuk menang.

"Jangan sampai insiden ini menyisakan trauma panjang. Semoga Askan tetap semangat dan ke depan pembinaan sepak bola anak lebih mengutamakan pengembangan bakat serta sportivitas," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Adskhan Jarrar Fauzy Mataram Utama Piala Soeratin U-13 SSB Baturetno tendangan kungfu