Sleman Jadi Tuan Rumah ASEAN Sports Day 2026

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:34 WIB
Para narasumber saat menjelaskan soal ASEAN Sports Day 2026. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Para narasumber saat menjelaskan soal ASEAN Sports Day 2026. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)
 

SLEMAN - Panggung diplomasi dan pembudayaan olahraga berskala internasional bakal berlangsung di Bumi Sembada. Ajang bertajuk ASEAN Sports Day (ASD) 2026 siap digelar di Hotel Loman, Jogjakarta, 31 Agustus 2026 hingga 6 September 2026.

​Event ini tidak hanya menjadi magnet bagi negara-negara anggota ASEAN Plus Three (11 negara ASEAN ditambah Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok), tetapi juga menggaet deretan mahasiswa mancanegara dari benua lain seperti Amerika Selatan, Mesir, Kenya, Timor Leste, hingga Jerman.

​Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora Akbar Mia menjelaskan, ajang itu murni mengusung misi pembudayaan olahraga, bukan panggung kompetisi mengejar medali. Sebab di Kemenpora sendiri, struktur pengelolaan terbagi dalam tiga kedeputian, yakni pembudayaan olahraga, peningkatan prestasi olahraga, dan pengembangan industri olahraga.

Baca Juga: Satpol PP Jogja Segera Layangkan SP dan Segera Tutup Konten Reklame Iklan Rokok di Jalan Protokol

"Karena bicara pembudayaan, tujuan utamanya mengajak masyarakat sebanyak-banyaknya untuk berolahraga. Kami tidak memfokuskan pada prestasi, bentuknya lebih ke arah festival untuk menyemarakkan. Bahkan jika ada masyarakat yang hadir on the spot dan ingin ikut, kami persilakan," ucapnya, Senin (24/8/2026).

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mengatakan, demi mensupport ASEAN Sports Day 2026 ini pihaknya telah menjalin kolaborasi erat dengan berbagai perguruan tinggi di Jogja dan Sleman, seperti UGM, UNY, Sanata Dharma, dan Atma Jaya untuk melibat keaktifkan mahasiswa asing mereka.

"Ini salah satu cara mempromosikan bersama. Pesan tersirat yang ingin disampaikan adalah bagaimana perbedaan itu membuat kebun menjadi indah tanpa harus merusaknya. Berbeda-beda tetapi kami bisa menyatu lewat olahraga," bebernya 

​Sementara, Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora  Yayat Suyatna menekankan, ASEAN Sports Day 2026 merupakan implementasi nyata dari ASEAN Work Plan on Sport 2026–2030. Olahraga ditekankan sebagai instrumen strategis untuk diplomasi, solidaritas, serta membangun kebersamaan.

Baca Juga: Budaya Belajar Tak Cukup Dibangun Menjelang Ujian, Muhammadiyah Dorong Pembelajaran Mendalam

Dikatakan, pihaknya sejauh ini telah menyoroti problematika aktivitas fisik generasi muda berdasarkan data Bappenas. Di mana tingkat gerak masyarakat cenderung anjlok drastis setelah lulus SMA dan selama masa kuliah, sebelum akhirnya naik kembali menjelang usia pensiun.

"Ajang 2026 ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali gelora olahraga masyarakat, khususnya generasi muda (youth). Keberhasilan event ini bukan cuma dilihat saat acara berlangsung, tapi pasca-event apakah masyarakat makin rutin bergerak atau tidak," cetusnya. 

Menurut Yayat, ajang ASEAN Sports Day 2026 juga disinergikan dengan program Gemar (Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar) melalui penataan car free day (CFD) dan konsep sportainment yang memadukan olahraga, pariwisata, kuliner, serta ekonomi kreatif.

Adapun berbagai rangkaian di ASEAN Sports Day 2026 ini meliputi fun run, balap sepeda, pound fit, senam, yoga, ​jemparingan, pencak silat, zumba, tenis, muaythai, dan spogomi. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
ASEAN Sports Day ASEAN Plus Three Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar ASD Bumi Sembada