Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Status Merapi Hari Ini, Level III Siaga, Lava Mengalir ke Kali Bebeng dan Kali Krasak

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Merapi Tak Tidur! 34 Kali Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 KM, Status Masih Siaga
ILUSTRASI: Merapi Tak Tidur! 34 Kali Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 KM, Status Masih Siaga

Advertisement

SLEMAN - Jika Anda menatap Merapi pada Minggu, 21 September 2026 kemarin, pemandangannya terlihat begitu tenang. Langit di atas puncak 2.968 mdpl itu cerah berawan, angin bertiup pelan ke timur. Namun di balik ketenangan visual itu, perut Merapi justru sedang bekerja sangat keras.

Data resmi Magma-VAR dari BPPTKG untuk periode 00.00-24.00 WIB mencatat aktivitas yang melonjak. Gunung yang berdiri di antara Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten ini masih kokoh menyandang status Level III Siaga, dan sepertinya belum akan turun dalam waktu dekat.

Secara meteorologi, kondisi memang mendukung pengamatan. Suhu udara berkisar 16,2 hingga 28 derajat Celcius, kelembaban 46 hingga 85,9 persen, dan tekanan udara 874,1 hingga 918,8 mmHg. Karena gunung terlihat jelas, petugas bisa mencatat hembusan asap kawah dengan detail.

Advertisement

Teramati asap putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis setinggi 100 meter di atas puncak kawah. Tipis, namun konsisten. Ini bukan asap biasa, melainkan sinyal bahwa dapur magma di bawah masih menyala dan terus mendorong gas ke permukaan.

Cerita sesungguhnya ada pada rekaman seismograf. Sepanjang hari, terjadi 68 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan durasi 29 hingga hampir 200 detik. Angka ini naik signifikan dibanding hari sebelumnya yang hanya 33 kali. Artinya, kubah lava yang ada di puncak terus-menerus runtuh.

Advertisement

Tidak hanya itu, gempa hybrid atau fase banyak tercatat sebanyak 59 kejadian. Walau turun dari 93 kejadian di hari sebelumnya, jumlah 59 ini tetap tergolong tinggi. Gempa hybrid adalah detak jantung Merapi, pertanda suplai magma segar dari kedalaman masih terus naik dan mengisi kubah.

Suplai yang terus menerus itulah yang kemudian tumpah menjadi guguran lava. Dan inilah yang paling mengejutkan. Jika sehari sebelumnya hanya 10 kali luncuran, pada 21 September ini teramati 34 kali guguran lava pijar. Lonjakannya lebih dari tiga kali lipat.

Semua luncuran mengarah ke barat daya, ke sektor yang memang menjadi langganan sejak lama. Lava mengalir menyusuri Kali Sat atau Kali Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Di malam hari, alur sungai itu tampak seperti sungai api yang bergerak perlahan.

Luncuran sebanyak 34 kali dalam 24 jam memberi pesan jelas, kubah lava barat daya sedang dalam fase tumbuh yang sangat cepat. Magma baru datang, kubah membesar, tidak stabil, lalu runtuh oleh gravitasinya sendiri. Siklus itu berulang terus-menerus sepanjang hari kemarin.

Karena itu, rekomendasi bahaya tidak berubah. BPPTKG tetap menetapkan potensi bahaya guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong hingga 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng hingga 7 km. Di tenggara, Sungai Woro 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gegara Judol dan Pinjol Ilegal di Sleman Penerima Bansos Terjerat, Utang Pinjol DIY Tembus Rp 1,4 T

Gegara Judol dan Pinjol Ilegal di Sleman Penerima Bansos Terjerat, Utang Pinjol DIY Tembus Rp 1,4 T

Pakai Laporan Fiktif Damkar Hingga Sedot WC, Intimidasi Debt Collector Pinjol Teror Warga Sleman Gara-Gara Terjerat Judol dan Pinjol, Warga Sleman Jadi Korban Teror Laporan Palsu Debt Collector Kesbangpol Sleman Buka S

9.216 KPM di Kabupaten Bantul Terindikasi Judol, Pengajuan Sanggah Tak Sampai Separo

9.216 KPM di Kabupaten Bantul Terindikasi Judol, Pengajuan Sanggah Tak Sampai Separo

Sebanyak 9.216 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bantul terindikasi terkait aktivitas judi online (judol). Namun, hingga kini jumlah KPM yang mengajukan sanggahan atas data tersebut...

Ditipu Jadi Operator Server Judol, Warga asal Kebumen Jadi Korban TPPO, Tertahan di Kamboja

Ditipu Jadi Operator Server Judol, Warga asal Kebumen Jadi Korban TPPO, Tertahan di Kamboja

Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi pejabat terkait menemui keluarga korban TPPO di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen. (DokumeDitipu Jadi Operator Server Judol, Warga asal Kebumen Jadi Korban TPPO, Tertahan di Kamboja

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer