JAKARTA - Rasa lega bercampur kosong. Begitulah yang dirasakan banyak pesepeda ultra setelah Bentang Jawa resmi usai.
Perjalanan panjang yang penuh keringat, tanjakan, dan cerita malam di jalan raya tiba-tiba berhenti.
Tidak ada lagi target harian yang harus dikejar.
Tidak ada lagi checkpoint yang harus dilalui sebelum waktu habis.
Tapi tenang saja, dunia ultra cycling di Indonesia tidak pernah benar-benar sepi.
Bulan September nanti, Race Around Java atau yang akrab disebut RAJ siap menyapa lagi.
Event ini menawarkan tantangan yang jauh lebih gila: mengelilingi Pulau Jawa sejauh 3.000 kilometer dengan total elevasi mencapai 30.000 meter.
Cut-off time-nya 15 hari.
Artinya, para peserta harus menjaga ritme, tidur seminimal mungkin, dan mengelola energi seefisien mungkin.
Baca Juga: Tiyasan Bersiap Naik Kelas Menjadi Ekosistem Ekonomi Kreatif Baru di Sleman
Berbeda dengan event yang lebih “bersahabat”, RAJ bersifat unsupported.
Artinya, peserta benar-benar mandiri.
Makan, minum, istirahat, perbaikan sepeda, semua tanggung jawab sendiri.
Tidak ada mobil support yang mengikuti.
Tidak ada tim yang siap menyodorkan botol di pinggir jalan.
Yang ada hanya kekuatan kaki, kepala yang dingin, dan tekad yang tidak mudah goyah.
Rute tahun lalu sempat memutar dari Jakarta ke arah barat, menyisir pantai selatan hingga Banyuwangi, lalu kembali lewat jalur tengah menuju finis di ibu kota.
Tahun ini? Masih misteri.
Yang jelas, kombinasi jarak ekstrem dan elevasi setinggi itu sudah cukup membuat lutut bergetar.
Baca Juga: Merapi Masih Siaga, 112 Guguran Terekam dan Lava Meluncur hingga 2 Kilometer
Bagi yang baru selesai Bentang Jawa, RAJ bisa jadi ajang untuk menguji batas berikutnya.
Bagi yang belum pernah mencoba ultra sejauh ini, September menjadi momen untuk mulai menyiapkan fisik dan mental.
Karena sekali jam mulai berdetak, tidak ada tombol pause.
Hanya ada dua pilihan: terus maju atau menyerah.
Ultra cycling memang bukan soal siapa yang paling cepat.
Ia lebih tentang siapa yang mampu bertahan ketika tubuh sudah bilang “cukup”, tapi pikiran masih memaksa “satu kilometer lagi”.
Race Around Java tepat menjawab kerinduan itu.
Setelah Bentang Jawa yang penuh kenangan, kini saatnya menatap tantangan yang lebih besar: memutar seluruh Pulau Jawa dalam 15 hari.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber