Sadari Liga Makin Kompetitif, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel Soroti Kesiapan Pemain Lokal

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:23 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menyoroti salah satu persoalan penting dalam pembinaan pesepak bola Indonesia yang menurutnya berpengaruh pada kemampuan pemain saat membaca pertandingan. Pelatih asal Belanda ini menilai banyak pemain lokal mulai serius mengenal sepak bola di usia yang relatif terlambat, apalagi jika dibandingkan pemain di Eropa.

Pandangan itu menjadi relevan memasuki BRI Super League 2026/2027. Persaingan musim ini diperkirakan oleh Van Gastel akan semakin ketat setelah sejumlah klub promosi memiliki kekuatan finansial yang cukup besar untuk membangun skuad. 

Untuk musim ini, tidak berbeda jauh dari musim lalu, Van Gastel sendiri menilai PSIM harus terlebih dahulu memastikan diri bertahan sebelum berbicara mengenai target yang lebih tinggi.

Baca Juga: Persaingan di Lini Belakang PSIM Jogja Makin Ketat, Yusaku Yamadera Siap Bersaing di Posisi Baru

Menurutnya, persoalan pemain Indonesia bukan terletak pada motivasi maupun sikap. Selama menangani PSIM setahun terakhir, ia mengaku puas dengan etos kerja pemain lokal. Namun masih ada ruang pengembangan dalam berbagai aspek permainan, terutama kemampuan membaca situasi pertandingan.

"Saya puas dengan pemain lokal yang ada di PSIM. Motivasi mereka bagus, sikap mereka juga. Tetapi tentu, baik pemain lokal atau asing, masih banyak bagian dari permainan yang bisa ditingkatkan," kata Van Gastel, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, salah satu aspek yang paling disorot adalah kemampuan membaca permainan. Van Gastel berpandangan, sepak bola merupakan permainan yang terus berubah dalam hitungan singkat. Pemain harus mampu memahami pergerakan lawan, rekan setim, sekaligus situasi yang muncul di lapangan untuk menentukan keputusan berikutnya.

Baca Juga: Banyak Tim Super League dan Championship Pilih TC di Jogjakarta; Tawarkan Paket Lengkap, Pantas Disebut Hub Favorit

"Saya pikir penting meningkatkan aspek taktik, terutama dalam membaca permainan. Apa yang terjadi di pertandingan dan yang harus dilakukan menghadapi situasi itu. Sepak bola itu rumit karena permainan berubah dengan cepat," ujarnya.

Persoalan itu menjadi semakin penting karena tantangan PSIM pada BRI Super League 2026/2027 diperkirakan lebih berat. Selain mempertahankan status sebagai klub Super League, PSIM juga akan menghadapi persaingan dari klub-klub promosi yang punya kemampuan finansial untuk mendatangkan pemain berkualitas.

Meski demikian, ia tidak menutup ambisi PSIM untuk memperbaiki pencapaian musim sebelumnya. Ia membagi target menjadi dua tahap, yakni memastikan bertahan di kasta tertinggi terlebih dahulu, kemudian berusaha meraih hasil yang lebih baik.

"Menurut saya liga akan jauh lebih kompetitif. Tim-tim promosi punya kondisi finansial yang bagus dan mereka bisa mengeluarkan uang untuk mendatangkan pemain," tandas Van Gastel. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 eropa PSIM Jean Paul van Gastel