JOGJA - Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIYikut ambil bagian di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY 2026. Mereka akan bertanding beberapa hari di Kulon Progo dan Jogja.
Ketua Panitia Kejurda III NPCI DIY2026 Ratna Kumala Setyaningrum menjelaskan, ajang ini digelar secara bertahap pada 1, 2, 5, dan 9 Agustus 2026. Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan evaluasi hasil latihan di tiap daerah, sekaligus sarana penjaringan bibit atlet potensial untuk ajang nasional maupun internasional.
Baca Juga: Dua Pemain Muda PSS Sleman Dipanggil Timnas U-20
"Kegiatan ini melibatkan 461 atlet dari lima kabupaten/kota se-DIY, 18 technical delegate, 9 koordinator cabang olahraga, 134 wasit dan juri, 80 aparat pertandingan, 60 tenaga kesehatan, serta 30 personel keamanan," katanya, Sabtu (1/8).
Sebanyak 12 cabang olahraga dipertandingkan di berbagai lokasi di Kulon Progo dan Jogja. Mulai dari para angkat berat di Pendopo Dharmais, para atletik dan para balap sepeda di Stadion Mandala Krida, hingga boccia dan para tenis meja di Taman Budaya Kulon Progo.
Cabang lain seperti para bulu tangkis di GOR Nugroho Pancing, para catur di Balai Desa Sendangsari, para panahan di Lapangan Giripeni, para renang di Kolam Renang UNY Wates, serta para taekwondo di Unit 2 Disdikpora turut menjadi bagian dari perhelatan ini. Sementara itu, tenis kursi roda digelar di Alun-Alun Wates menambah semarak suasana kompetisi yang tersebar di berbagai titik.
Ketua Umum NPCI DIY Sudartatik menyampaikan, Kejurda III NPCI DIY 2026 merupakan agenda strategis dalam pembinaan olahraga disabilitas di DIY . "Kejurda tahun ini diselenggarakan dalam satu rangkaian kegiatan sebagai upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan, memperkuat koordinasi antarcabang olahraga, sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan olahraga disabilitas DIY ," lontarnya.
Sudartatik juga menjelaskan, dipusatkannya penyelenggaraan di Kabupaten Kulon Progo juga menjadi bagian dari persiapan menuju Peparda V DIY Tahun 2027. Di mana Bumi Binangun akan kembali menjadi tuan rumah.
"Kejurda III dijadikan sebagai mini trial untuk menguji kesiapan penyelenggaraan, sehingga berbagai aspek teknis maupun nonteknis dapat dievaluasi sebelum pelaksanaan Peparda," cetusnya.
Baca Juga: El Nino Menguat, BMKG Prediksi Ancaman Kekeringan di DIY Meningkat
Oleh karena itu, NPCI DIY menyampaikan apresiasi kepada NPC Indonesia, Pemkab Kulon Progo serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Kejurda III NPCI DIY Tahun 2026.
Sebab, menurutnya, sinergi itu diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet disabilitas dan melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang siap bersaing pada ajang yang lebih tinggi.
Tak hanya itu, Sudartatik juga berharap para atlet dapat menjunjung tinggi sportivitas, menunjukkan kemampuan terbaik, serta menjadikan kejuaraan ini sebagai wahana meningkatkan pengalaman bertanding.
"Kejurda III NPCI DIY 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan olahraga disabilitas yang semakin maju, inklusif, dan berprestasi di DIY," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja