Training Ground Belum Belum Bisa Direalisasikan, PSIM Jogja Fokus Penuhi Standar Super League

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 20:33 WIB
Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno
Fahmi Fahriza/Radar Jogja Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno

JOGJA - Manajemen PSIM Jogja masih menunda rencana pembangunan training ground demi memprioritaskan pemenuhan standar infrastruktur yang diwajibkan dalam kompetisi Super League musim 2026/2027. Direktur Utama PSIM Liana Tasno mengatakan, anggaran klub saat ini difokuskan untuk memenuhi regulasi kompetisi, seperti penambahan lampu stadion sesuai standar pencahayaan siaran televisi dan pemasangan single seat.

Menurut Liana, kebutuhan infrastruktur tersebut menyedot anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, sejumlah rencana pengembangan fasilitas lain, termasuk training ground, harus menunggu hingga kondisi keuangan klub lebih memungkinkan.

 "Urusan training ground bukannya saya enggak mikirin, mikirin banget, mau. Tapi kan ya rezeki klub itu beda-beda," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: ‎Sempat Dikabarkan Berada di Semarang, Buronan Curat Behasil Dibekuk Polisi

Ia menjelaskan, setiap klub memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, PSIM memilih fokus mencari solusi atas keterbatasan yang ada dibanding membandingkan diri dengan klub lain yang sudah memiliki fasilitas lebih lengkap.

 "Misal klub lain sudah dapat infrastruktur yang bagus dan memadai, puji Tuhan. Kalau kita dengan kondisi begini, apa yang harus kita lakukan, masa kita mau nyalahin doang? Enggak bisa begitu," katanya.

Liana menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh persyaratan infrastruktur yang diwajibkan operator liga dapat dipenuhi agar PSIM tidak terkena sanksi administrasi berupa pengurangan poin.

"Yang sudah terjadi kalau infrastrukturnya seperti itu, apa yang mesti dilakukan PSIM, kita cari jalan keluarnya. Sehingga fasilitas lain untuk PSIM, tolong sabar dulu," ungkapnya.

Baca Juga: Sekali Operasi, 75.800 Rokok Ilegal Diamankan Satpol PP Gunungkidul: Temuan di Ngawen dan Tanjungsari

Ia menambahkan, kebutuhan peningkatan infrastruktur juga bersifat dinamis karena standar kompetisi dapat berubah setiap musim. Salah satu contohnya peningkatan standar pencahayaan stadion yang harus terus disesuaikan dengan kebutuhan broadcast.

Meski demikian, Liana memastikan manajemen tetap memiliki komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas klub secara bertahap seiring perkembangan PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia

"Ini lampu sudah kita tambahin lux-nya. Misal tahun depan PSSI bilang lagi, tambah lagi lux-nya. Itu kan enggak tahu dan itu big budget, budget besar banget," tuturnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Super League musim 2026/2027 big budget PSIM training ground Yuliana Tasno