JOGJA - Kasus korupsi proyek Stadion Mandala Krida Jogja turut menyita perhatian Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel. Juru taktik asal Belanda ini secara blak-blakan menyayangkan skandal yang membelit stadion bersejarah bagi kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu.
Bagi Van Gastel, praktik korupsi di proyek fasilitas olahraga bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kerugian besar bagi ekosistem sepak bola lokal. Dampak sosial dan kebanggaan yang terenggut dari publik menjadi hal yang paling disoroti dan disayangkan.
"Tentang Stadion Mandala Krida. Ya, saya mendengar tentang korupsi itu. Jadi, itu jelas hal yang buruk dan kami semua adalah para korban," bebernya, Minggu (26/7/2026).
Menurut Van Gastel, hal yang paling dirugikan dari terbengkalainya Stadion Mandala Krida adalah para pendukung setia Laskar Mataram, Brajamusti dan The Maident. Apalagi, stadion itu bukan cuma hamparan rumput dan tribun beton belaka, melainkan tempat berkumpul dan rumah sesungguhnya bagi para fans maupun tim.
"Para pendukung kami, mereka adalah korban paling nyata karena ini adalah rumah mereka, rumah kami. Semua orang tentu ingin berada dan bertanding di rumah kita sendiri," cetusnya.
Baca Juga: Alot, Proses Negosiasi PSIM Jogja dengan Nermin Haljeta; Antara Bertahan atau Hengkang
Meski begitu, di tengah keterbatasan fasilitas dan dinamika yang ada, Van Gastel tetap berusaha mengambil sisi positif. Mengingat saat ini PSIM masih bisa memanfaatkan lapangan Mandala Krida meski sebatas untuk menggembleng taktik dan fisik para penggawa, belum untuk menggelar pertandingan resmi.
"Ya, itu sangat disayangkan. Tapi di satu sisi itu masih bisa dikatakan hal yang cukup beruntung (karena masih bisa dipakai latihan)," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja