Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Ingin Merintis Bisnis Kuliner  di Indonesia

Fahmi Fahriza • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:45 WIB
Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera mengaku ia memiliki mimpi yang ingin diwujudkan di luar dunia sepak bola. Selain berkarier sebagai pesepak bola profesional, pemain asal Jepang ini mulai memikirkan peluang untuk mengembangkan bisnis di Indonesia, negara yang telah menjadi tempatnya berkarier selama tiga musim terakhir.

Yusaku kali pertama datang ke Indonesia pada musim 2023/2024 saat bergabung dengan Nusantara United. Semusim berselang, ia melanjutkan karier bersama PSIM dan hingga kini masih menjadi bagian dari skuad Laskar Mataram.

Selama tinggal di Indonesia, Yusaku mengaku merasa nyaman dengan kehidupan sehari-hari maupun lingkungan di sekitarnya. Pengalaman itu membuatnya mulai membayangkan masa depan yang tidak hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga dunia usaha.

Baca Juga: Meritokrasi ala Van Gastel, Performa Pemain Jadi Penentu Tempat di Tim Utama PSIM Jogja

"Saya memang suka belajar dan membaca, termasuk belajar keuangan, investasi dan bisnis. Tentu ada keinginan untuk menjalankan bisnis di Indonesia," katanya, Jumat (17/7/2026).

Meski belum memiliki rencana konkret untuk memulai usaha dalam waktu dekat, pemain berusia 28 tahun itu mengungkapkan keinginan berbisnis menjadi salah satu hal yang cukup serius dipikirkannya sebagai bagian dari rencana jangka panjang. "Jika bisa membuka bisnis, saya mungkin berkeinginan membuka bisnis restoran atau kuliner," paparnya.

Ketertarikannya terhadap bisnis kuliner rupanya tidak datang begitu saja. Di luar aktivitas latihan dan pertandingan bersama PSIM, Yusaku mengaku memiliki hobi memasak. Selama menetap di Jogja, ia lebih sering menyiapkan makanannya sendiri dibanding membeli makanan siap saji.

Baca Juga: Stunting di Bantul Turun 203 Kasus, Pendampingan Balita Terus Digencarkan

Hal itu diakuinya sebagai salah satu cara untuk bisa memastikan secara optimal perihal karakteristik makanan, besaran gizi, hingga higienis atau tidaknya makanan itu sendiri. "Bisa dibilang saya memasak makanan sendiri untuk setiap harinya. Jadi saya memang suka memasak," ungkapnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
PSIM Yusaku Yamadera Laskar Mataram Nusantara United jepang