JOGJA - Persaingan memperebutkan tempat di skuad utama PSIM Jogja diperkirakan bakal semakin ketat menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Di tengah masa transisi kompetisi dan proses pembentukan tim untuk musim baru, Pelatih Jean Paul van Gastel menegaskan tidak ada pemain yang memiliki jaminan otomatis masuk ke dalam susunan 11 pertama.
Bagi pelatih asal Belanda ini, keputusan menentukan starter tidak semata-mata didasarkan pada kualitas individu. Van Gastel justru menekankan pentingnya membangun komposisi tim yang paling sesuai dengan kebutuhan permainan.
"Saya selalu berusaha memenangkan setiap laga, lalu saya membangun tim terbaik. Jika seorang pemain cocok dengan tim terbaik itu, dia akan bermain. Jika tidak, dia akan berada di bangku cadangan," ujar Van Gastel, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Stunting di Bantul Turun 203 Kasus, Pendampingan Balita Terus Digencarkan
Pernyataan itu turut menggambarkan filosofi meritokrasi yang diterapkan mantan asisten pelatih Feyenoord itu dalam membangun skuad. Setiap pemain dinilai berdasarkan kesiapan, performa, dan kesesuaiannya dengan sistem permainan yang ingin diterapkan, bukan semata-mata reputasi ataupun status sebagai pemain inti.
Pendekatan itu juga menjadi alasan Van Gastel tidak terburu-buru mengembalikan pemain yang baru pulih dari cedera ke dalam susunan utama. Menurutnya, pemain yang sudah dinyatakan tersedia belum tentu langsung siap tampil dalam intensitas kompetisi.
"Jika seorang pemain sudah tersedia pasca cedera, bukan berarti dia sudah benar-benar kembali. Kami akan lihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan," katanya.
Baca Juga: Pemkab Purworejo Ajak Selurum Elemen untuk Mitigasi Ancaman Karhutla
Filosofi tersebut diperkirakan akan semakin terlihat pada persiapan PSIM menyongsong musim 2026/2027. Di saat sejumlah klub peserta BRI Super League aktif mendatangkan pemain baru untuk memperkuat skuad, Van Gastel dihadapkan pada tantangan membangun persaingan internal yang sehat agar setiap pemain mampu menunjukkan kualitas terbaiknya.
Bagi Van Gastel, persaingan itu bukan bertujuan mencari 11 pemain dengan kemampuan individu paling menonjol. Melainkan menyusun kombinasi pemain yang optimal dan mampu menjalankan sistem permainan secara maksimal.
"Sebagai pelatih, saya selalu berusaha untuk memenangkan setiap pertandingan, lalu saya akan membangun tim terbaik dari pemain yang ada," paparnya. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja