Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dirut PSIM Jogja Yuliana Tasno Keluhkan Pendapatan Tiket Musim Lalu yang Jauh dari Kata Ideal

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 5 Juli 2026 | 20:19 WIB
Yuliana Tasno, Direktur Utama PSIM Jogja.
Yuliana Tasno, Direktur Utama PSIM Jogja.

JOGJA - Pendapatan dari sektor tiket pertandingan kandang PSIM Jogja sepanjang musim 2025/2026 masih jauh dari kata memuaskan.

Manajemen Laskar Mataram mencatat realisasi pemasukan dari tribun penonton itu melesat jauh di bawah target yang telah dicanangkan.

​Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno menjelaskan pihak manajemen sebenarnya tidak memasang target angka yang muluk-muluk alias agresif untuk pos pendapatan tiket musim 2025/2026.

Menurutnya, manajemen sadar diri dengan kondisi infrastruktur homebase yang masih jauh dari kata ideal. Namun, hasil akhirnya, tetap saja di luar ekspektasi.

Baca Juga: Wisatawan ’Parkir’ Kendaraan di Tengah Jalan, Terjebak Berjam-jam, Kemacetan Mengular di Jalur Menuju Pantai Gunungkidul

"Proyeksi pemasukan tiket ini sangat jauh sekali dari target kami. Padahal saya tidak menaruh angka yang agresif di situ, saya taruh yang realistis saja," ucap wanita yang akrab disapa Liana, Minggu (5/7/2026).

Kendati demikian, Liana menegaskan pihak manajemen tidak mau patah semangat dan meratapi rapor merah evaluasi finansial sektor tiket tersebut.

"Jadi kami akan terus berjuang untuk musim depan, apa pun yang terjadi," cetusnya. 

Oleh karena itu, menatap musim 2026/2027, ia mengaku masih menaruh harapan besar pada harmonisasi di internal dua wadah suporter PSIM, yakni Brajamusti dan The Maident.

 Momentum terpilihnya Presiden Brajamusti baru juga diharapkan mampu menjadi pemantik animo untuk kembali meramaikan tribun stadion.

Baca Juga: Suporter Meksiko Gruduk Hotel Pemain Inggris untuk Ganggu Waktu Istirahat Jelang Laga Babak 16 Besar Piala Dunia

​Saat disinggung berapa angka ideal kehadiran penonton agar finansial klub bisa stabil secara mandiri, Liana mengaku belum mengalkulasi angka pastinya.

Sebab selama ini manajemen baru memetakan prediksi realitas di lapangan yang berada di kisaran ribuan penonton saja.

"Terus terang saya memang belum kalkulasi idealnya berapa. Karena yang saya kalkulasi itu realita di lapangan.

Kami dapat prediksinya cuma di angka delapan ribu atau 10 ribu penonton," jelasnya. 

Liana pun berharap jika PSIM Jogja ingin sekokoh klub-klub lainnya. Maka basis massa suporter harus bisa datang langsung ke stadion secara masif.

Namun, regulasi dan perizinan lokal sering kali menjadi batas yang tidak bisa ditembus.

Baca Juga: PSIM Jogja Bidik Dua Pemain Lokal; Ahmad Agung dan  Indra Arya Perceka  Masuk Radar Perburuan 

Maka dari itu, Liana menegaskan prospek bisnis PSIM ke depan harus tetap bergerak ke arah industri yang lebih besar.

Mengingat tim yang lahir pada tanggal 5 September 1929 silam ini telah mengakar di wilayah DIY yang memiliki ceruk pasar potensial yang luar biasa.

"Saya berharap dengan perjalanan PSIM ke depan yang akan semakin besar lagi. Karena kenapa, kami bicaranya adalah bicara DIY. 

Kami bicara suatu wilayah yang istimewa dan wilayah yang besar dengan empat juta populasi penduduk," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Liana #PSIM #Brajamusti #Homebase #Yuliana Tasno