Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Refleksi Van Gastel di Indonesia, Sebut Pemain Lokal Rajin dan Punya Motivasi Tinggi, Tapi Harus Lebih Cerdas Membaca Permainan

Fahmi Fahriza • Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:27 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

 

JOGJA - Setahun menangani PSIM Jogja di BRI Super League 2025/2026, kini pelatih sepak bola Jean Paul van Gastel bersiap menukangi kembali Laskar Mataram di Super League 2026/2027.

Ia mulai memahami karakter sepak bola Indonesia, mulai dari atmosfer kompetisi hingga kualitas pemain lokal yang bekerja bersamanya di lapangan.

Pelatih asal Belanda itu bukan sosok baru di dunia kepelatihan.

Sebelum berkarier di Indonesia, Van Gastel telah malang melintang di sejumlah negara.

Baca Juga: Listrik Mati Bergilir di DIY Membuat Warga Geram, PLN Jogja Jelaskan Penyebab Pemadaman 

Selain menangani tim di Belanda, ia juga pernah bekerja di Turki dan China.

Berbekal pengalaman tersebut, Van Gastel memiliki perspektif tersendiri dalam menilai perkembangan pemain Indonesia.

Secara umum, mantan asisten pelatih Feyenoord dan Besiktas itu mengaku puas dengan kualitas para pemain lokal yang dimiliki PSIM.

Menurutnya, aspek motivasi dan sikap menjadi salah satu kelebihan yang paling menonjol.

"Saya puas dengan pemain-pemain lokal di PSIM. Motivasi mereka tinggi dan sikap mereka juga baik. Secara keseluruhan saya sangat senang dengan pemain lokal yang saya miliki," ujar Van Gastel, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Ahli Rukiah Uztas Muhammad Faizar Datangi Lokasi Teror Api Seyegan, Indikasi Kuat Gangguan Metafisik hingga Temukan Sebilah Keris

Meski memberikan apresiasi, Van Gastel menilai para pemain lokal juga masih memiliki ruang besar untuk berkembang.

Ia menyebut peningkatan dapat dilakukan di berbagai aspek permainan, baik fisik maupun taktis.

"Semua aspek permainan masih bisa ditingkatkan. Mulai dari aspek fisik hingga aspek taktis. Bahkan pemain yang bermain di Premier League pun masih bisa berkembang," ujarnya mencontohkan.

Dari berbagai aspek tersebut, Van Gastel melihat kemampuan membaca permainan atau reading the game menjadi pembeda utama antara pemain Indonesia dan pemain Eropa.

Menurutnya, sepak bola modern menuntut pemain untuk mampu memahami perubahan situasi yang terjadi setiap saat selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga: Penas XVII 2026, Wapres Gibran:  Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan

"Menurut saya perbedaan pemain Eropa dan Indonesia ada di aspek taktis, reading the game. Apa yang terjadi di pertandingan dan bagaimana pemain harus merespons situasi yang berubah dengan cepat," ulasnya.

Menurutnya, kemampuan membaca permainan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan bola, tetapi juga mencakup pengambilan keputusan, scanning, memahami ruang, hingga menentukan tindakan yang tepat dalam hitungan detik.

Van Gastel menjelaskan, bahwa sepak bola merupakan permainan yang sangat dinamis. Pergerakan satu pemain dapat mengubah situasi bagi seluruh pemain lain di lapangan, sehingga pemahaman taktis menjadi faktor penting untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.

"Sepak bola itu rumit karena sepersekian detik situasinya berubah. Ketika pemain bergerak, pemain lain juga bergerak. Karena itu mereka harus terus membaca apa yang sedang terjadi di lapangan," bebernya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Warung Soto Enak di Yogyakarta, Kuliner yang Wajib Coba!

Meski demikian, pria berusia 54 tahun tersebut menilai kondisi itu bukan sepenuhnya kesalahan pemain. Ia melihat salah satu penyebabnya adalah proses pembinaan yang relatif terlambat, apalagi jika dibandingkan negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat.

Namun, Van Gastel tetap optimistis karena para pemain Indonesia memiliki kemauan belajar yang tinggi. Modal tersebut dinilainya menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas permainan di masa depan.

"Motivasi mereka tinggi untuk terus belajar dan meningkatkan diri. Itu hal yang sangat penting bagi pemain untuk terus berkembang," pungkas Van Gastel. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pelatih sepak bola Jean Paul van Gastel #Van Gastel #BRI Super League 2025/2026 #Laskar Mataram #PSIM Jogja