RADAR JOGJA - Pertandingan persahabatan pra-Piala Dunia Republik Demokratik Kongo melawan Chili, yang dijadwalkan akan dimainkan di Spanyol, telah dibatalkan karena kekhawatiran kesehatan terkait wabah Ebola di negara Afrika tersebut.
La Linea de la Concepcion di selatan Spanyol, dekat perbatasan dengan Gibraltar, dijadwalkan menjadi tuan rumah pertandingan pada 9 Juni di stadion berkapasitas 10.000 tempat duduk di kota tersebut.
Namun, wali kota La Linea, Juan Franco mengatakan pada hari Selasa bahwa ia terpaksa menunda pertandingan tersebut sebagai tindakan pencegahan setelah mendapat rekomendasi dari layanan kesehatan pemerintah daerah.
Baca Juga: Berubah, Kini Hasil TKA Lebih Penting dari Zonasi dalam SPMB di Kebumen
"Saya telah menandatangani dekrit yang melarang penyelenggaraan pertandingan antara DR Kongo dan Chili," Juan Franco menegaskan.
"Laporan dari kepala layanan kesehatan wali kota La Linea secara tegas menyarankan untuk tidak menyelenggarakan pertandingan tersebut mengingat risiko kesehatan yang mungkin timbul," imbuhnya.
Kantor berita Spanyol EFE melaporkan bahwa Chile telah meminta agar pertandingan dilanjutkan tanpa penonton.
Republik Demokratik Kongo tampil di Piala Dunia pertama sejak 1974, tetapi persiapan mereka terganggu menyusul wabah Ebola di negara mereka.
Pada bulan Mei, mereka membatalkan kamp pelatihan tiga hari dan acara perpisahan yang direncanakan untuk para penggemar di ibu kota Kinshasa karena wabah di bagian timur negara itu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan hal itu sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Baca Juga: Bupati Awards 2026, Pemkab Magelang Cari Orang-Orang Biasa dengan Karya Luar Biasa
Hingga 27 Mei, WHO mengatakan ada total 906 kasus yang diduga dan 223 kematian di Republik Demokratik Kongo akibat jenis Ebola langka yang dikenal sebagai Bundibugyo, yang juga telah menyebar ke Uganda.
Sejak membatalkan rencana untuk mempersiapkan diri di Republik Demokratik Kongo, tim tersebut telah berlatih di Belgia, di mana mereka dijadwalkan untuk bermain melawan Denmark di Liege pada hari Kamis.
Bulan lalu, Andrew Giuliani, direktur eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia mengatakan tim Kongo harus mengisolasi diri selama 21 hari atau berisiko kehilangan kemampuan untuk memasuki AS untuk Piala Dunia.
Giuliani mengatakan AS telah memberi tahu FIFA, tim nasional Kongo dan pemerintah Kongo bahwa tim tersebut harus menjaga kondisi di Belgia.
"Kami telah sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga integritas mereka selama 21 hari sebelum mereka dapat datang ke Houston pada 12 Juni," katanya.
"Kami juga telah menjelaskan dengan sangat jelas kepada pemerintah Kongo, bahwa mereka perlu menjaga itu atau mereka berisiko tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Kami tidak bisa lebih jelas lagi," imbuhnya.
Piala Dunia dimulai pada 11 Juni di Amerika Utara, dengan DR Kongo dijadwalkan memainkan pertandingan pertama di Houston pada 18 Juni melawan Portugal.
Mereka kemudian akan menghadapi Kolombia di Guadalajara, Meksiko, pada 25 Juni sebelum melawan Uzbekistan kembali di AS, tepatnya di Atlanta pada 29 Juni.
Editor : Satria Putra Sejati