SLEMAN - Kepastian kembalinya PSS Sleman ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan bakal melahirkan atmosfer berbeda.
Hal ini karena bakal menghidupkan kembali Derby Istimewa yang dinanti-nantikan pencinta sepak bola di Jogjakarta.
Pada kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang, Laskar Sembada bakal saling sikut dengan sang rival sekota, PSIM Jogja.
Meski tensi di luar lapangan mulai memanas seiring kepastian bertemunya kedua tim di musim depan, Pelatih PSS Pieter Huistra memilih untuk tidak terlalu ambil pusing hal tersebut.
Baca Juga: Rayakan Idul Adha, PSIM Jogja Bagikan Hewan Kurban kepada Warga Sekitar di Wisma Baciro Jogja
Ia mengaku tidak terlalu mempedulikan bumbu-bumbu rivalitas dari kedua tim.
Sebab pelatih asal Belanda ini hanya ingin mempersiapkan skuadnya agar bisa lebih baik di musim depan.
"Ya besok ada derby. Tapi hanya ada satu Sleman. Jadi kami fokus pada Sleman," tegasnya, Kamis (28/5).
Bukan tanpa sebab Huistra memilih sikap itu. Sebab, pelatih berusia 59 tahun ini tengah berfokus dalam meracik komposisi skuad-nya.
Harapannya, PSS dapat menjadi tim yang solid agar mampu berbicara banyak di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Dilantik Bersama Sekda pada 2 Juni Mendatang, Berikut Kandidat Lima Kepala Dinas Baru Pemkab Sleman
Maka dari itu, ketimbang memikirkan kekuatan tim tetangga, Huistra lebih memilih mengalihkan seluruh energinya untuk membangun fondasi tim.
Itu supaya skuad tim Super Elja menjadi kuat di kompetisi musim depa. "Ya, kami ingin membentuk tim yang bagus," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun