Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gagal Curi Poin di Malang, PSIM Jogja Akhirnya Tertahan di Peringkat 11 Klasemen Akhir Super League Musim 2025/2026 

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:54 WIB
NOL POIN: Pemain PSIM Jogja Ezequiel Vidal (kiri) saat berduel dengan para pemain Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (22/5) sore. (Dok. PSIM Jogja)
NOL POIN: Pemain PSIM Jogja Ezequiel Vidal (kiri) saat berduel dengan para pemain Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (22/5) sore. (Dok. PSIM Jogja)

 

MALANG - PSIM Jogja gagal menutup kompetisi Super League musim 2025/2026 dengan manis. Tim berjuluk Laskar Mataram ini harus rela menelan kekalahan 1-3 pada laga pamungkas saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5) sore.


Atas kekalahan itu, PSIM gagal mencapai targetnya untuk masuk ke posisi 10 besar klasemen akhir. Sebab dari hasil itu, anak-anak Jogja harus tertahan di peringkat ke-11 klasemen akhir dengan perolehan 45 poin. Sementara atas kemenangan di pekan ke-34 ini, Arema FC naik ke posisi sembilan klasemen akhir dengan torehan 48 poin.

Baca Juga: Kemenangan Kandang Terakhir PSIM Jogja di SSA Berbuah Dua Sanksi dari Komdis PSSI, Total Denda Capai 290 Juta


Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel menjelaskan, di pertandingan ini sebagai besar para pemainnya tidak fokus di babak pertama. Akibatnya baru berjalan empat menit, timnya sudah kebobolan gol akibat kesalahan individu. 


"Ya, itu awal yang sulit, apalagi bermain di kandang Arema melawan tim yang secara fisik sangat kuat," lontarnya usai pertandingan. 

Baca Juga: Bertandang ke Markas Arema FC, PSIM Jogja Ingin Finish di 10 Besar di Laga Pamungkas


Selain itu, lanjut Van Gastel, di babak kedua tim pelatih mencoba mengubah formasi dan bisa berjalan dengan baik. Tapi sekali lagi, tim harus kebobolan gol di menit-menit awal. 
Meski begitu, setelah tertinggi dua gol Van Gastel menyatakan jika timnya terus berjuang. Para pemain berhasil bangkit di babak kedua dan sukses mencetak gol. 


"Setelah itu kami mengambil banyak risiko dan akhirnya ya, kami kebobolan gol ketiga. Sehingga skor menjadi 3-1, gol yang indah dan begitulah akhirnya. Jadi, ya selamat untuk Arema," bebernya. 

Baca Juga: Tak Butuh Waktu Lama untuk Adaptasi, Jop van der Avert Langsung Nyetel dengan Tim di PSIM Jogja Hanya Empat Bulan


Striker asing PSIM Deri Corfe juga menyatakan pertandingan ini sangat sulit di awal-awal laga ketika tim tertinggal terlebih dahulu. Namun setelah itu, tim  mencoba melakukan yang terbaik untuk meningkatkan performa. 


"Kami bisa melakukan itu di babak kedua. Tapi sayangnya kami kurang beruntung dan hasil lebih berpihak pada tim lawan," tegasnya. 


Sementara, Pelatih Arema FC Marcos Santos mengatakan, meski timnya menang ia tetap menilai pertandingan ini adalah laga yang sulit. Sebab, menurutnya, PSIM merupakan tim yang kuat. 
"Saya senang Arema FC kembali. Jadi apa yang kami lakukan hari ini menang tiga poin ini untuk Arema FC," bebernya. 


Sebenarnya laga pamungkas kompetisi Super League musim 2025/2026 antara PSIM Jogja melawan Arema FC berjalan menarik. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain secara terbuka. 

Baca Juga: Jadwal Pekan Pamungkas BRI Super League, Arema FC vs PSIM Jogja Sebagai Laga Pembuka


Arema yang bermain di kandang sendiri langsung mencuri gol cepat. Memanfaatkan kesalahan Ghulam Fatkur Rahman, pemain asing asal Brasil Joel Vinicius berhasil membobol gawang Cahya Supriadi di menit keempat. Kedudukan 0-1 untuk keunggulan cepat tim Singo Edan. 


Setelah gol itu, PSIM mencoba bangkit. Anak-anak Jogja terus berinisiatif melancarkan serangan, akan tetapi upaya mereka bisa digagalkan oleh para pemain Arema FC. 
Di sisi lain, anak-anak Malang yang kalah dalam ball possession mencoba strategi dengan serangan balik. Namun lagi-lagi upaya mereka belum berbuah hasil. Alhasil, babak pertama ditutup dengan skor 0-1 untuk keunggulan sementara Arema FC.

Baca Juga: Tujuannya Menang Caranya Tak Masalah, Van Gastel Indikasikan Gaya Main PSIM Jogja Berubah Musim Depan


Memasuki babak kedua, lagi-lagi PSIM harus kebobolan cepat di menit-menit awal. Kali ini striker asing Arema FC Dalberto menunjukkan tajinya. Pemain asal Brasil itu berhasil membobol gawang Cahya Supriadi di menit ke-49 setelah menerima umpan dari Betinho. 


Tak mau malu, PSIM bangkit. Di menit ke-54 akhirnya tim kebanggaan masyarakat Jogja ini menjebol gawang Arema FC melalui Deri Corfe yang mendapatkan umpan Nermin Haljeta di dalam kotak penalti. Skor pun menjadi 1-2. 

Baca Juga: M.Iqbal Sudah Dapat Instruksi dari Van Gastel Jelang PSIM Jogja versus Arema FC


Setelah gol ini, PSIM terus mencoba mengambil alih permainan. Franco Ramos dan kawan-kawan terus mencoba membongkar pertahanan Arema FC. 


Akan tetapi saking asyiknya menyerang, PSIM justru kembali kebobolan. Kali ini gelandang asing Arema FC Valdeci Moreira da Silva yang menunjukkan aksinya. Setelah menerima umpan dari Dalberto, pemain asal Brasil ini sukses meluncurkan tendangan indah ke gawang Cahya Supriadi dan berbuah gol di menit ke-90. 


Gol itu sekaligus menjadi gol akhir di pertandingan ini. Sehingga pada laga ini PSIM harus rela tunduk dari Arema FC dengan skor akhir 1-3. (ayu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Super League 2025/2026 #klasemen #Laskar Mataram #arema #PSIM Jogja