JOGJA - Bek asing PSIM Jogja Jop van der Avert mengaku tak butuh waktu lama untuk menyatu dengan skuad Laskar Mataram.
Pemain berpaspor Belanda ini menyatakan sangat menikmati dinamika kompetisi kasta tertinggi di Indonesia sepanjang musim 2025/2026 ini.
Hampir empat bulan merumput di tanah air, Jop merasa proses adaptasinya berjalan mulus.
Padahal, bagi seorang pesepak bola asing, berpindah ke negara dengan kultur yang sama sekali baru kerap menjadi tantangan besar.
Baca Juga: Darurat Kekerasan Seksual, UPN Veteran Jogja Menonaktifkan Sementara Empat Terduga Pelaku
Meski di awal kedatangannya ia berpikir akan butuh waktu yang panjang untuk menyesuaikan diri di Indonesia, tebakannya itu meleset.
Kendala adaptasi yang sempat dikhawatirkan luntur seketika berkat atmosfer kekeluargaan yang hangat di dalam tim.
Jop menyebut, jajaran tim pelatih dan para penggawa lokal PSIM memegang peran penting dalam membantunya melewati masa-masa awal transisi.
""Tentu saja di awal itu sangat membantu saya, baik dari coach maupun teman-teman di tim. Itu menjadi sambutan yang sangat hangat bagi saya.
Tentu saja hal itu sangat membantu performa saya di atas lapangan," jelasnya, Kamis (21/5).
Baca Juga: Polsek naggulan, Kulon Progo Cek Progres Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan
Pemain bernomor punggung 2 ini tidak menampik setiap kali seorang pesepak bola memutuskan hijrah ke negara lain, perbedaan kultur dalam sebuah kelompok atau tim adalah hal lumrah.
Namun, dinamika itu justru dinilainya sebagai pengalaman yang positif.
Keberadaan koneksi Belanda di dalam jajaran kepelatihan maupun komposisi pemain asing PSIM musim ini diakui Jop menjadi faktor kunci kenyamanannya di Kota Pelajar.
Hal itu membuatnya tidak perlu merombak drastis gaya hidup maupun cara berkomunikasinya.
"Saya tidak perlu beradaptasi terlalu banyak soal lingkungan, karena mempunyai coach dan teman-teman dari Belanda.
Baca Juga: Lari Minta Tolong Warga, Rekan Korban Saksikan Temannya Hilang Ditelan Ombak Pantai Entak Kebumen
Itu yang membantu saya bisa beradaptasi dengan cepat di sini," cetusnya.
Menatap sisa kompetisi Super League musim ini yang hanya menyisakan satu pertandingan lagi, Jop van der Avert menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kemampuan terbaik demi lambang tugu di dada. Atmosfer sepak bola Indonesia dan dukungan fanatik dari suporter Jogja membuat empat bulan pertamanya terasa begitu berkesan.
"Sampai sekarang, setelah empat bulan saya harus bilang bahwa saya sangat menikmatinya.
Saya bisa bilang, ini adalah empat bulan yang sangat bagus untuk saya," bebernya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun