SLEMAN - PSS Sleman resmi menyudahi petualangan panjangnya di kompetisi Championship musim 2025/2026.
Tercatat, Laskar Sembada telah melewati total 28 laga kompetitif, mulai babak penyisihan tiga putaran hingga partai final yang menguras energi.
Jika menengok rapor statistik sepanjang musim 2025/2026 ini, performa PSS tergolong cukup konsisten.
Dari 28 laga yang dilakoni, tim asuhan Ansyari Lubis itu berhasil mengemas total 16 kemenangan, delapan hasil imbang, dan hanya empat kali kalah.
Salah satu aspek yang paling menonjol dari PSS adalah agresivitas lini serang.
Total 55 gol yang disarangkan ke gawang lawan oleh Dominikus Dion dan kawan-kawan pada musim ini. Menariknya, pundi-pundi gol tidak hanya bertumpu pada satu atau dua sosok saja, melainkan lahir dari skema kolektif.
Tercatat ada 14 nama yang berkontribusi dalam terciptanya gol-gol itu. Rinciannya, 12 penggawa Super Elja sukses mencatatkan namanya di papan skor, sementara dua gol lainnya lahir dari gol bunuh diri pemain lawan.
Analis PSS Youth Development Marlinaldi Rahman menilai, catatan itu menjadi bukti bahwa daya gedor tim sangat bervariasi.
Kolektivitas antarlini menjadi kunci tim dalam membongkar pertahanan lawan sepanjang kompetisi musim ini.
"Catatan ini memperlihatkan bahwa PSS tidak hanya memiliki ketajaman di lini depan.
Baca Juga: Tanpa Beban di SSA Bantul, PSIM Jogja Berpeluang Jadi Penentu Nasib Madura United dalam Klasemen
Tetapi juga kekuatan dalam membangun serangan secara kolektif serta menciptakan situasi berbahaya yang melibatkan banyak pemain," cetusnya, Jumat (15/5/2026).
Sementara Pelatih PSS Ansyari Lubis mengatakan, capaian itu harus tetap dipertahankan oleh tim dalam mengarungi kompetisi Super League musim depan.
Sebab, pelatih yang akrab disapa Uwak ini ingin Super Elang Jawa bisa terus berjaya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. "Semoga PSS bisa terus konsisten di Liga 1 nanti," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun