RADAR JOGJA - Nama Ichsan Pratama tentu sudah tidak asing lagi bagi publik Bumi Sembada. Pemain berusia 34 tahun ini merupakan fragmen ingatan yang berkelindan antara luka lama dan kebanggaan yang membuncah.
Ingatan kolektif suporter PSS tentu belum lupa pada senja kelabu di Maguwoharjo International Stadium (MaglS) 2 September 2017 silam. Kala itu, Ichsan yang masih berseragam PSPS Pekanbaru menjadi aktor protagonis dalam comeback dramatis 2-3 yang mengubur mimpi promosi Super Elja.
Namun takdir punya cara unik untuk bercanda. Setahun berselang, Ichsan justru mendarat di Sleman. Sempat dibayangi keraguan, sang dirigen lini tengah ini menjawabnya dengan elegan. Di bawah komandonya, aliran serangan Laskar Sembada menjadi lebih hidup.
Saat itu, Ichsan adalah pelayan setia bagi ketajaman Cristian Gonzales. Alhasil, puncak sejarah manis berhasil diterorehkan. PSS resmi naik kasta ke Liga 1 2019 dan Ichsan Pratama dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga 2 2018.
Sayang, romansa itu sempat terputus. Di tengah euforia, Ichsan justru memilih pergi, meninggalkan rasa getir yang menyisakan tanda tanya di benak pendukung setia.
Akan tetapi, setelah melanglang buana, sang gelandang flamboyan ini akhirnya memutuskan pulang. Ichsan Pratama kembali saat PSS sedang berjuang di kasta kedua usim 2025/2026 ini.
"Saya senang akhirnya bisa kembali lagi ke PSS Sleman. Dan ini sudah sesuai target, bisa kembali membawa ke Liga 1," cetus Ichsan, Selasa (12/5).
Baca Juga: Viral! Gus Miftah Apresiasi PSS Sleman, Guyur Bonus Rp 200 Juta
Meski menyadari usianya tak lagi muda dan menit bermainnya tak sebanyak dulu, akan tetapi Ichsan tetap mampu membuktikan kualitasnya kepada publik Sleman.
Pada musim 2025/2026 ini, Ichsan sukses menjalankan perannya dengan sepenuh hati. Setiap detik yang ia pijak di rumput hijau dimaksimalkannya untuk menjaga marwah tim.
Kini, janji itu lunas. Meski kontribusinya secara statistik mungkin tak sedominan pada musim 2018 silam, kehadiran Ichsan di ruang ganti dan lapangan menjadi katalisator penting bagi skuad PSS Sleman.
Baca Juga: Insiden Flare dalam Final Championship 2025/2026 di MagIS, PSSI Tunggu Laporan Resmi dari Komdis
Bersama rekan-rekannya, Ichsan berhasil menepati janji sucinya, membawa PSS Sleman kembali pulang ke kasta tertinggi. Tempat di mana kehormatan sepak bola Sleman seharusnya berada.
Bagi Ichsan, ini bukan sekadar promosi. Ini adalah tentang cara menutup cerita dengan akhir yang paling paripurna di tempat yang ia sebut sebagai rumah. "Awal datang kan emang pengen ngasih kontribusi lebih, ya akhirnya tercapai juga," ucapnya lega. (laz)