JOGJA - Kemenangan 2-0 PSIM Jogja atas Malut United FC dalam lanjutan pekan ke-32 kompetisi BRI Super League 2025/2026 tak membuat pelatih Jean Paul van Gastel sepenuhnya puas.
Dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Van Gastel menilai timnya tampil baik, terutama di babak pertama.
Namun masih menyisakan masalah klasik dalam memaksimalkan peluang di sepertiga akhir.
"Saya pikir terutama di babak pertama kami bermain sangat baik.
Kami menemukan solusi untuk bermain seperti yang kami inginkan, tapi kami masih kesulitan di final third," ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Pelatih asal Belanda itu menegaskan, kemenangan ini layak diraih oleh timnya, terlebih melihat performa tim secara keseluruhan.
"Saya pikir kami pantas menang. Apalagi setelah mereka bermain dengan 10 pemain, laga jadi lebih mudah.
Saya senang tim saya karena mereka akhirnya mendapat kemenangan yang sudah pantas mereka dapat sejak beberapa laga lalu," ungkapnya.
Meski demikian, Van Gastel menekankan penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah utama timnya sepanjang musim.
"Masalah di final third terus muncul. Kami terus melatih situasi itu dan berharap pemain bisa semakin memahami solusi yang tepat.
Secara permainan kami cukup baik sepanjang musim, tapi eksekusinya yang masih kurang," bebernya.
Van Gastel juga menyinggung perjalanan tim musim ini yang dinilai sudah memenuhi target utama, meski sempat melalui periode sulit.
"Target kami adalah tidak terdegradasi dan itu sudah tercapai.
Tapi di paruh kedua musim kami mengalami terlalu banyak kekalahan, sehingga muncul perasaan negatif.
Padahal para pemain bekerja sangat keras dan terus berkembang," ujarnya.
Pemain PSIM Andy Irfan menyebut kemenangan ini sebagai momen yang telah lama dinantikan tim.
"Alhamdulillah, pertandingan yang ditunggu-tunggu akhirnya kita bisa menang juga. Semoga ke depannya kita bisa lebih baik lagi," katanya.
Ia juga menegaskan ambisi tim untuk terus meraih hasil maksimal di sisa pertandingan musim ini.
"Target selanjutnya pasti tiga poin, lawan siapa pun kita harus menang," serunya.
Dari kubu lawan, Pelatih Malut United FC Hendri Susilo lebih banyak menyoroti keputusan wasit yang dinilai menjadi titik krusial pertandingan.
"Saya juga bingung dengan keputusan itu.
Kalau penalti mungkin kami tidak komplain, tapi kartu merah itu yang kami pertanyakan.
Menurut saya jawabannya tidak realistis," ujarnya.
Ia menilai momen penalti dan kartu merah menjadi pukulan besar bagi timnya.
Baca Juga: Harga Beli Rp 25 Juta, Sapi Limousin Milik Kasidi Terjual Rp 90 Juta untuk Banmas
"Masalah besar kami muncul setelah penalti dan kartu merah itu. Itu situasi yang sangat berat untuk kami hadapi," tuturnya.
Meski kalah, Hendri tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang bermain dengan jumlah pemain terbatas.
"Saya salut dengan pemain-pemain saya.
Dengan kondisi seperti itu, mereka tetap fight sampai akhir," akunya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun