SLEMAN - PSS Sleman terus mematangkan aspek teknis dan taktis jelang partai final Pegadaian Championship 2025/2026 hadapi Garudayaksa FC di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (9/5/2026) malam.
Meski target promosi ke Super League 2026/2027 telah didapatkan, Laskar Sembada tetap menjaga intensitas latihan demi memburu gelar juara.
Skuad asuhan Ansyari Lubis menjalani sesi latihan intensif dan komprehensif.
Fokus latihan pun tidak hanya pada pemulihan kondisi pemain, tetapi juga penyempurnaan detail permainan yang dinilai bisa menjadi pembeda di laga final.
Ansyari menyebut antusiasme para pemain terlihat tinggi sepanjang sesi persiapan beberapa hari terakhir.
Ia berharap kesiapan itu mampu diterjemahkan menjadi performa maksimal saat pertandingan.
"Menatap untuk laga final, semua pemain sudah menunjukkan sikap dan antusias tinggi," ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Pelatih asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara itu mengungkapkan, salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus dari tim pelatih adalah situasi bola mati atau set piece.
Diakui, PSS secara presisi cukup intens mengasah skema set piece, mulai sepak pojok hingga tendangan bebas di area sepertiga akhir pertahanan lawan.
Menurut Ansyari, pertandingan final kerap ditentukan oleh detail-detail kecil.
Karena itu, efektivitas dalam memanfaatkan situasi bola mati dinilainya dapat menjadi senjata penting untuk membongkar permainan lawan.
"Di sepak bola, semua situasi punya peran masing-masing. Situasi sepak pojok, set-piece, dan tendangan bebas juga menjadi aspek penting yang bisa memberi kontribusi besar ke tim," katanya.
Selain fokus pada pematangan taktik, tim Super Elja juga mendapat keuntungan dari regulasi pemutihan kartu kuning yang diterapkan PT LIB untuk laga final.
Situasi itu membuat Ansyari dapat lebih leluasa menentukan komposisi pemain terbaiknya.
Sejumlah pemain yang sebelumnya berada dalam ancaman akumulasi kartu, kini dipastikan bisa tampil menghadapi Garudayaksa FC.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Megathrust, Basarnas Yogyakarta Klaim Alut Evakuasi Sudah Lengkap
Secara garis besar, kelengkapan skuad memberi ruang lebih besar bagi tim pelatih untuk menjaga fleksibilitas permainan, baik dalam transisi menyerang maupun organisasi bertahan.
Kondisi ini juga menjadi modal penting bagi PSS untuk menjaga konsistensi permainan sepanjang laga.
Meski tiket promosi sudah di tangan, PSS tidak ingin menurunkan standar performa pada pertandingan terakhir musim ini.
Klub kebanggaan masyarakat Sleman ini membidik akhir sempurna dengan menutup kompetisi sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026.
"Semoga semua yang disiapkan ini bisa diaplikasikan dengan baik di laga final nanti," tandas Ansyari. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun