BANTUL - Musyawarah Provinsi (Musprov) Taekwondo Indonesia (TI) DIY bakal segera digelar. Jadwalnya Mei 2026 ini. Mendekati pelaksanaan musprov sejumlah elemen di lingkungan TI DIY mulai menggadang-gadang calon ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) TI DIY. Satu kandidat kuat mengarah ke Aris Suharyanta yang sekarang menjabat wakil bupati Bantul.
“Kalau Pak Aris kersa (bersedia, Red) maju dan memimpin Pengprov TI DIY kami sangat senang,” ujar tokoh senior TI DIY dr. Indra Istiyadi. Pria yang sehari-hari berdinas dokter di RSUD Wirosaban Jogja itu tercatat merupakan salah satu pendiri taekwondo di DIY. Indra juga akrab disapa master. Dia menjadi perintis cikal bakal lahirnya TI DIY bersama beberapa tokoh seperti master Aji Santoso, master Prasetyo, master Didik Margono dan master Topo.
Baca Juga: BPBD Gandeng BRIN-UGM Teliti Longsor Clongop, Siapkan Langkah Mitigasi Permanen
Indra bercerita di masa lalu, TI DIY selalu menjadi langganan juara umum di tingkat nasional. Namun belakangan ini prestasinya dinilai stagnan. Karena itu, dengan tampilnya Aris sebagai ketua Pengprov TI DIY diharapkan bisa mengembalikan prestasi gemilang tersebut. “Pak Aris mengerti tentang organisasi. Jangan sampai TI DIY itu seolah-olah milik satu orang,” ucap mantan kepala Puskesman Srandakan, Bantul ini.
Indra menyampaikan semua pandangan itu saat bersama pemerhati, pengurus TI dan akademisi bersilaturahmi dengan Aris di ruang kerja wakil bupati Bantul di kompleks Parasamya Pemkab Bantul pada Rabu (29/4) malam.
Suara senada disampaikan Pengurus Pengkab TI Bantul Pengurus Pengkab TI Bantul, Hanuji Wibowo. Dia memberikan dukungan penuh. Di mata Hanuji, sosok Aris punya kapasitas membangun dan mengembangkan prestasi taekwondo DIY. Pria berlatar belakang advokat itu optimistis dengan kehadiran Aris akan membawa dampak positif. “Mampu melahirkan prestasi atlet di level nasional hingga internasional,” tandasnya semangat.
Dukungan juga dikemukakan Sekretaris Pengkab TI Bantul Adam Rubianto. Dikatakan, Aris telah memberikan arahan menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kabupaten. Langkah tersebut dinilai relevan dengan upaya peningkatan kualitas prestasi atlet.
Adam juga mencatat Aris punya pengalaman panjang menangani organisasi taekwondo. Sebelum menjadi wakil bupati, Aris pernah memimpin Pengkab TI Bantul selama dua periode. “Mulai 2014-2018 dan 2018-2022,” tutur Adam. Selama memimpin TI Bantul, beberapa prestasi membanggakan berhasil ditorehkan.
Harapan besar terhadap sosok Aris bersedia memimpin TI DIY dikemukakan mantan atlet taekwondo yang sekarang aktif sebagai dosen. Namanya Prof Dr Devi Tirtawirya yang sehari-hari mengajar Program Pendidikan Kepelatihan Olahraga UNY. Devi menilai dengan berbagai pengalaman di birokrasi maupun memimpin organisasi, Aris mempunyai pendekatan berbasis akademis dalam menyusun rencana program dan kegiatan. Devi mengingatkan, pengelolaan organisasi secara kolektif, bukan terpusat pada satu pihak. Konsekuensinya kepemimpinan Aris harus merangkul banyak kalangan. Dengan begitu prestasi akan bisa cepat diraih.
Sambutan positif sekaligus dukungan kembali disuarakan Dr Okky Indera Pamungkas. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNY juga mantan atlet taekwondo yang pernah maju ke PON 2016 di Manado, Sulawesi Selatan mewakili DIY. “Kami optimistis kepemimpinan Pak Aris bisa merealisasikan jargon bersatu dan berprestasi dengan dasar meritokrasi,” katanya.
Menanggapi derasnya dukungan itu Aris mengucapkan terima kasih. Dia mengatakan kesiapannya mengemban amanah tersebut. “Saya bersedia dan siap maju,” tegasnya.
Mantan kepala Dinas Perhubungan Bantul itu menceritakan pengalamannya pernah memimpin dua periode Pengkab TI Bantul. Pengalaman itu menjadi modal penting bila kelak terpilih dipercaya memimpin Pengprov TI DIY. “Transparansi dan peningkatan prestasi adalah dua hal yang penting dilakukan,” ujar Aris.
Dia juga akan mengajak banyak pihak berpartisipasi bersama-sama membangun taekwondo di DIY. Aris juga mendambakan yang diraih bukan hanya di tingkat nasional. Namun taekwondo DIY juga mengukir prestasi di level internasional.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengklarifikasi posisinya yang sekarang menjabat ketua Askab PSSI Bantul. Aris menampik isu dirinya tak bersedia maju sebagai calon ketua Pengprov TI DIY karena sudah menjadi ketua Askab PSSI. Karena tidak ada aturan yang dilanggar, Aris mengaku semakin mantap melangkah. Apalagi dengan munculnya dukungan dari berbagai elemen taekwondo DIY. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita