Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kontras Performa PSIM Jogja; Dari 30 Poin ke 9 Poin, Van Gastel Singgung Ketimpangan Skuad

Fahmi Fahriza • Jumat, 24 April 2026 | 18:39 WIB
Jon Van der Avert (Foto: Dokumentasi: PSIM Jogja)
Jon Van der Avert (Foto: Dokumentasi: PSIM Jogja)

JOGJA - Performa PSIM Jogja di putaran kedua BRI Super League 2025/2026 mengalami penurunan tajam setelah sempat tampil impresif di paruh pertama musim.

Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel menilai, kondisi itu tidak lepas dari minimnya penambahan skuad di tengah kompetisi yang semakin kompetitif.

Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 sendiri terdiri 34 pekan atau pertandingan dan dibagi dalam dua putaran, masing-masing 17 laga di tiap putaran.

Pada putaran pertama, PSIM yang berstatus sebagai tim promosi mampu tampil cukup mengejutkan dengan mengoleksi 30 poin dari 17 pertandingan.

Baca Juga: Pemkot Jogja Canangkan Pembangunan Taman Pintar Kedua di Sisi Selatan, Dilengkapi Wahana Edukasi Lalu Lintas dan Perikanan

Namun grafik performa itu menurun drastis di putaran kedua. Dari 12 pertandingan yang telah dijalani sejauh ini, Laskar Mataram hanya mampu meraih 9 poin.

Dengan kompetisi yang kini menyisakan lima pertandingan, situasi ini menjadi perhatian serius bagi tim.

Van Gastel mengakui, timnya sempat tampil melampaui ekspektasi di awal musim, termasuk melampaui ekspektasinya sendiri.

"Saya rasa kami memulai musim dengan sangat baik.

Sampai paruh musim, dengan 17 pertandingan dan 30 poin, menurut saya kami tampil sangat bagus dan melebihi ekspektasi," ujar Van Gastel, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Anak Jadi Bintang Utama, Festival Iklim di Taman Pintar Jogja Buktikan Edukasi Lingkungan Bukan Hanya untuk Orang Dewasa

Namun memasuki putaran kedua, ia melihat adanya perbedaan signifikan dalam dinamika persaingan.

Banyak tim lain melakukan bongkar pasang skuad dan pembelian pemain baru untuk memperbaiki kualitas, sementara PSIM tidak melakukan langkah serupa.

Dalam transfer paruh musim, tercatat PSIM hanya menambah satu pemain baru yakni Jop Van der Avert yang berposisi sebagai bek tengah.

"Yang saya lihat, hampir semua tim mendatangkan pemain baru, bahkan cukup banyak, sementara kami tidak," lanjutnya.

Menurut pelatih asal Belanda itu, dalam kompetisi yang berjalan panjang, pembaruan skuad menjadi hal yang umum dilakukan untuk menjaga daya saing tim.

Baca Juga: Workshop UMKM Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan dan Energi

"Biasanya di sebuah liga, tim mencoba memperkuat titik lemah mereka agar lebih baik. Kami tidak bisa melakukan itu dan memang itu situasinya.

Bagi saya itu bukan masalah," katanya.

Meski begitu, Van Gastel menegaskan faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab penurunan performa.

Ia menilai PSIM seharusnya mampu meraih hasil yang lebih baik di sejumlah pertandingan putaran kedua.

"Di putaran kedua ini ada beberapa pertandingan yang harusnya bisa kami menangkan, tetapi tidak kami dapatkan," ucapnya.

Baca Juga: Link Live Streaming Persib Bandung vs Arema Pekan Ke-29 BRI Super League, Pangeran Biru Ingin Tambah Keunggulan di Puncak Klasemen

Dengan lima laga tersisa, Van Gastel berharap timnya mampu kembali menemukan konsistensi untuk mengamankan posisi sekaligus menutup musim dengan hasil yang lebih baik.

"Saya orang yang ambisius, saya ingin tim ini bisa finis setinggi mungkin di klasemen," tegasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#PSIM Jogj #Van Gastel #PSIM #BRI Super League 2025/2026 #Jop Van der Avert