JOGJA - PSIM Jogja kembali menelan hasil pahit setelah takluk 1-2 dari tamunya PSM Makassar pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (10/4/2026) sore.
Sejak awal laga, kedua tim tampil dengan tempo sedang dan cenderung berhati-hati dalam membangun serangan.
PSIM lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara PSM memilih pendekatan reaktif dengan mengandalkan serangan balik.
Meski mampu menciptakan sejumlah peluang di babak pertama, Laskar Mataram gagal menunjukkan ketajaman di lini depan.
Baca Juga: Jean Paul van Gastel Akui Belum Aman dari Zona Degradasi di BRI Super League 2025/2026
Penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat peluang demi peluang terbuang percuma, hingga skor tetap bertahan 0-0 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi PSIM berlanjut dan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.
Berawal dari tembakan jarak jauh Raka Cahyana yang tak sempurna diantisipasi kiper PSM Hilmansyah, bola rebound berhasil dimanfaatkan Deri Corfe untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Namun keunggulan itu tidak mampu dijaga dengan baik. PSM yang terus mencoba keluar dari tekanan akhirnya menemukan momen pada menit ke-78.
Situasi bola muntah kembali menjadi kunci, kali ini dimanfaatkan dengan baik oleh Luka Cumic untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Alih-alih mengamankan satu poin, Laskar Mataram justru kehilangan fokus di momen krusial.
Pada masa injury time, tepatnya menit 90+8, PSM membalikkan keadaan melalui skema tendangan pojok.
Dusan Lagator sukses menanduk bola hasil sepak pojok Victor Luiz dan memastikan kemenangan dramatis bagi tim tamu.
Gol telat itu menjadi pukulan telak bagi PSIM yang sebelumnya tampak mengendalikan jalannya pertandingan.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Mustafa Kamal, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 1-2 tetap bertahan.
Baca Juga: Pemakaian Listrik Dikurangi, Sebagian ASN Beralih Naik Sepeda saat Pemberlakuan WFH di Pemkab Bantul
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSIM Jogja di putaran kedua.
Dari 10 pertandingan yang telah dijalani, mereka baru meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan.
Situasi ini menegaskan bahwa persoalan utama Laskar Mataram bukan sekadar hasil, melainkan kegagalan menjaga konsistensi dan efektivitas di momen-momen krusial pertandingan. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun