Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tidak Bergantung Duet, Franco Ramos Mingo Sebut Sistem Jadi Kunci Solidnya Lini Belakang PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Senin, 6 April 2026 | 20:13 WIB
Pemain PSIM Jogja Franco Ramos Mingo (kiri). (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Pemain PSIM Jogja Franco Ramos Mingo (kiri). (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 JOGJA - Pemain bertahan PSIM Jogja Franco Ramos Mingo menegaskan, kekuatan lini belakang timnya di kompetisi BRI Super League 2025/2026 tidak bergantung pada satu pasangan duet tertentu. Ia menyebut, soliditas pertahanan Laskar Mataram justru dibangun melalui sistem permainan yang kolektif dan pemahaman yang merata di antara seluruh pemain.

Musim ini PSIM memang memiliki beberapa pemain yang berposisi sebagai bek tengah dan sudah ada beberapa kombinasi duet yang dilakukan. Selain Franco Ramos, beberapa bek tengah lain seperti Jop Van der Avert, Yusaku Yamadera, Andy Setyo, dan Rendra Teddy.

Baca Juga: Pemprov DIY Pastikan WHF Mulai Jumat Ini, Pengawasan ASN Jadi PR Besar, Ini Kara Gubernur DIY Hamengu Buwono X

Menurut Franco, baik saat berduet dengan Jop maupun pemain lainnya ia tidak merasakan perbedaan berarti dalam koordinasi di lini belakang. Hal ini karena seluruh pemain sudah memahami peran masing-masing dalam skema yang diterapkan tim.

"Tidak banyak perbedaan. Saya pikir kami bekerja sangat baik dengan garis pertahanan, dengan skema empat bek. Kami juga terhubung dengan para gelandang," ujar Franco, Senin (6/4/2026).

Ia juga menegaskan, kenyamanan bermain tidak ditentukan oleh siapa partner di lapangan. Melainkan oleh bagaimana tim menjaga organisasi permainan dan sistem agar tetap rapi.

Baca Juga: Ditangkap, Tiga Pemuda Nekat Begal Pasutri di JJLS Kebumen

"Saya merasa nyaman bermain dengan semuanya. Kami punya bek tengah yang bagus dan kami saling memahami satu sama lain," tambahnya.

Lebih lanjut pemain asal Argentina itu menekankan, proses bertahan bukan hanya menjadi tanggung jawab lini belakang semata. Ia menilai, pertahanan yang kuat justru dimulai dari lini depan dan melibatkan seluruh pemain di lapangan.

"Bertahan itu seperti kerja tim. Dimulai dari para penyerang, lalu seluruh tim ikut bertahan. Dan saya merasa nyaman dengan itu," tambahnya.

Baca Juga: Sebanyak 550.796 Orang se-DIY Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Bukan Hanya Pekerja Kantoran tapi Juga Marbot

Ia pun kembali menekankan pentingnya koneksi antarlini dalam menjaga konsistensi permainan, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan.

Dengan sistem yang sudah terbentuk, pergantian pemain di sektor bek tidak banyak memengaruhi stabilitas pertahanan tim. Kondisi ini membuat Franco optimistis lini belakang PSIM bisa terus tampil konsisten hingga akhir musim

"Kami terhubung dengan lini tengah, dan itu sangat penting untuk menjaga keseimbangan tim saat bertahan," ungkapnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#PSIM #BRI Super League 2025/2026 #Franco Ramos Mingo #Laskar Mataram #PSIM Jogja