KEBUMEN - Sedikitnya 60 pecatur dari berbagai kelompok usia langsung bertanding selepas perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Mereka fokus latihan sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai kejuaraan seperti Kerjurprov dan Porprov yang akan digelar dalam waktu dekat.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kebumen Saiful Hadi mengatakan, pertandingan persahabatan antar atlet sengaja digelar sebagai wujud pembinaan secara terpusat.
Kegiatan tersebut juga menjadi agenda penting bagi para pecatur untuk kembali fokus berlatih setelah libur panjang selama ramadan dan lebaran.
Baca Juga: Dulu Dianggap Mistis, Kini Praktik Hipnoterapi Diakui Ilmiah dan Disertifikasi di UGM
"Kami gelar dalam rangka mengasah kemampuan menata strategi dan mental bertanding," ucapnya saat menyaksikan pertandingan di Rumah Aspirasi GM Utut Adianto, Minggu (29/3).
Bagi Saiful, latihan intensif sangat diperlukan sebelum menghadapi agenda kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional. Dari hasil latihan ini diharapkan para pecatur, baik junior maupun senior mampu tampil optimal dalam berbaai ajang kejuaraan.
"Tahun ini ada beberapa agenda kejuaraan. Tidak ada waktu santai, atlet Kebumen harus bawa prestasi," katanya.
Baca Juga: Mengenal El Nino dan La Nina: Dampaknya bagi Cuaca Global dan Indonesia
Pada kesempatan itu para atlet catur tampak antusias mengikuti pertandingan yang berlangsung kompetitif. Pertandingan dibuka untuk kategori SD, SMP dan SMA serta kategori senior. Adapun sistem pertandingan digelar layaknya standar format turnamen catur. Yakni dengan menggunakan sistem Swiss lima babak dan enam babak.
Selain bertanding, atlet catur juga mendapat pembinaan langsung, termasuk evaluasi permainan sekaligus penguatan teknik dasar maupun lanjutan.
Perlakuan ini menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas permainan atlet secara menyeluruh. "Kami buka ajang pertandingan ini untuk pembinaan. Saling bertukar cerita dan pengalaman," ujar Saiful.
Baca Juga: Diburu Polisi, Pelaku Peledakan Petasan di Tengah Kerumunan Warga Tegalrejo, Magelang
Salah satu atlet catur Muhammad Al Fatih, 7, mengaku senang dengan digelarnya pertandingan persahabatan tersebut. Atlet catur yang masih duduk di bangku kelas satu SD ini menyatakan bersedia untuk ikut berlatih dengan sesama atlet junior maupun senior.
"Senang, bisa tanding dengan musuh baru. Kalau ada lagi, mau ikut," kata anak asal Desa Podourip, Kecamatan Petanahan itu. (fid)
Editor : Heru Pratomo