Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Papan Tengah Belum Jaminan Aman, PSIM Jogja Masih Dibayangi Risiko di Sisa Delapan Laga

Fahmi Fahriza • Minggu, 29 Maret 2026 | 18:29 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)  

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menegaskan, timnya belum sepenuhnya berada di zona aman.
Meski saat ini bertengger di papan tengah klasemen BRI Super League 2025/2026.
Hingga pekan ke-25, Laskar Mataram menempati peringkat 8 dengan koleksi 38 poin dari 25 pertandingan.

Baca Juga: Dulu Dianggap Mistis, Kini Praktik Hipnoterapi Diakui Ilmiah dan Disertifikasi di UGM

Secara matematis, PSIM memang memiliki jarak cukup lebar dari zona degradasi yang dihuni Madura United, Semen Padang, dan PSBS Biak yang masih berkutat di kisaran 18 hingga 20 poin.
Namun dengan kompetisi yang masih berlangsung hingga pekan ke-34, situasi itu belum sepenuhnya aman.
Artinya, masih ada sembilan pertandingan tersisa dengan potensi maksimal 27 poin yang bisa diraih setiap tim.

Baca Juga: Wedang Ereng-Ereng, dari Pundong, Bantul, Mirip Wedang Uwuh, Lahir dari Luka dan Kesetiaan

"Secara posisi di tabel kami belum benar-benar aman," tegas Van Gastel, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, posisi di klasemen saat ini belum mencerminkan potensi maksimal dari timnya.
Ia bahkan menilai PSIM seharusnya sudah bisa mengamankan posisi lebih cepat jika tidak kehilangan poin di sejumlah laga.

Baca Juga: Wah, Longsor Susulan di Tanjakan Clongop Terjadi Tiga Kali dalam Sepekan: Didominasi Tanah Tua

"Saya rasa kami seharusnya sudah aman sekarang, tapi kami terlalu santai. Itulah kenapa kami kehilangan terlalu banyak poin secara tidak perlu," ujarnya.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan, sejak awal kedatangannya ada dua target utama yang diemban, yakni menjauh dari degradasi dan meningkatkan standar permainan tim.

Namun ia mengakui proses itu berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.

Baca Juga: Warga Kota Jogja Menilai Satu Tahun Kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan, Memperbaiki Rumah, Memberdayakan Ekonomi Rakyat

"Ketika saya datang, tujuan utamanya adalah tidak terdegradasi dan menaikkan standar klub. Tapi proses itu berjalan lebih lambat dari yang saya inginkan," katanya.

Van Gastel juga tidak menetapkan target poin tertentu bagi timnya musim ini. Ia memilih fokus membawa PSIM finis setinggi mungkin di klasemen akhir, sembari menjaga konsistensi performa di sisa pertandingan.

Dengan selisih poin yang relatif aman namun masih adanya peluang perubahan signifikan di sembilan laga tersisa, peringatan dari Van Gastel menjadi sinyal PSIM tidak boleh terjebak dalam rasa aman semu.

"Saya tidak memiliki target poin untuk aman. Setinggi mungkin yang bisa kami dapatkan itu akan bagus," paparnya. (iza/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Sisa Delapan Laga #Dibayangi Risiko #degradasi #PSIM #zona aman #PSIM Jogja