Baca Juga: Dulu Dianggap Mistis, Kini Praktik Hipnoterapi Diakui Ilmiah dan Disertifikasi di UGM
Baca Juga: Wedang Ereng-Ereng, dari Pundong, Bantul, Mirip Wedang Uwuh, Lahir dari Luka dan Kesetiaan
Baca Juga: Wah, Longsor Susulan di Tanjakan Clongop Terjadi Tiga Kali dalam Sepekan: Didominasi Tanah Tua
"Saya rasa kami seharusnya sudah aman sekarang, tapi kami terlalu santai. Itulah kenapa kami kehilangan terlalu banyak poin secara tidak perlu," ujarnya.
Pelatih asal Belanda itu menegaskan, sejak awal kedatangannya ada dua target utama yang diemban, yakni menjauh dari degradasi dan meningkatkan standar permainan tim.
Namun ia mengakui proses itu berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.
"Ketika saya datang, tujuan utamanya adalah tidak terdegradasi dan menaikkan standar klub. Tapi proses itu berjalan lebih lambat dari yang saya inginkan," katanya.
Van Gastel juga tidak menetapkan target poin tertentu bagi timnya musim ini. Ia memilih fokus membawa PSIM finis setinggi mungkin di klasemen akhir, sembari menjaga konsistensi performa di sisa pertandingan.
Dengan selisih poin yang relatif aman namun masih adanya peluang perubahan signifikan di sembilan laga tersisa, peringatan dari Van Gastel menjadi sinyal PSIM tidak boleh terjebak dalam rasa aman semu.
"Saya tidak memiliki target poin untuk aman. Setinggi mungkin yang bisa kami dapatkan itu akan bagus," paparnya. (iza/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita