RADAR JOGJA - Javier Tebas menyatakan bahwa klub-klub La Liga lebih efektif dalam mengelola anggaran transfer dibandingkan rival-rival dari Premier League, di tengah pekan yang menampilkan tiga laga head to head antara klub-klub Spanyol dan Inggris di babak 16 besar Liga Champions.
Real Madrid menyingkirkan Manchester City dengan agregat 5-1, sementara Barcelona mengalahkan Newcastle, dan Atletico Madrid juga lolos ke perempat final setelah keunggulan agregat dari Tottenham Hotspur.
Ada enam tim Premier League di babak 16 besar dibandingkan dengan tiga tim La Liga, dengan Arsenal lolos ke perempat final setelah menyingkirkan Bayer Leverkusen, sementara Chelsea tersingkir setelah dihancurkan oleh Paris Saint-Germain.
“Bukan saya yang mengatakannya, ada laporan yang mengatakan hal itu,” kata Tebas, saat ditanya apakah klub-klub Spanyol lebih cerdas dalam kebijakan transfer.
"Laporan-laporan itu menyebutkan bahwa tim-tim yang paling efektif dalam pengeluaran untuk pemain adalah tim-tim Spanyol. Begitulah adanya," lanjutnya.
"Ada banyak contoh. Lihatlah kasus Antony, biaya yang dikeluarkan Manchester United, €95 juta, dan kemudian berapa biayanya bagi Real Betis... Berapa banyak pemain yang bergabung dengan klub-klub Premier League dan akhirnya bermain di sini? Menurut saya, ya, mereka lebih efisien," lanjutnya.
“Dan model sepak bola Spanyol lebih berfokus pada akademi. Kami tidak membutuhkan pengeluaran sebesar itu,” jelasnya.
La Liga merilis laporan keuangannya untuk musim 2024/25 pada hari Rabu waktu setempat, yang mencatat total pendapatan rekor sebesar €5,464 miliar (naik 8,1% dibandingkan musim sebelumnya) dengan pendapatan komersial sebesar €1,584 miliar, serta proyeksi pertumbuhan yang berkelanjutan untuk musim 2025/26.
Liga ini juga menyoroti nilai produksi pemain akademi, dengan menilai total nilai pemain lokal di kasta tertinggi Spanyol sebesar €1,46 miliar, dibandingkan dengan angka Premier League sebesar €1,076 miliar, dan €419 juta di Bundesliga (menurut analisis La Liga).
Lima tim La Liga lolos ke Liga Champions musim ini, dengan Athletic Bilbao dan Villarreal tersingkir di fase grup.
“Tim-tim kami kompetitif, dan saya yakin mereka akan tetap demikian untuk banyak tahun ke depan,” kata Tebas.
“Kami berjuang agar klub-klub yang tidak bermain adil, ‘klub negara’, tidak bisa melakukannya, dan saya ingin mendapatkan dukungan lebih, karena ketika kami mengkritiknya, kami melakukannya sendirian,” tegasnya.
Tebas mengatakan ia khawatir tentang dampak pengeluaran tak terkendali Premier League di pasar transfer.
“Saya khawatir kontrol pengeluaran tidak dipatuhi, bahwa tidak ada landasan keuangan dalam pengelolaan,” katanya.
“Ini model yang mengkhawatirkan, karena menimbulkan kerugian, dan klub-klub hanya bisa diselamatkan jika lolos ke kompetisi Eropa, tetapi hal itu menciptakan gelembung utang,” pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati