Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pep Guardiola: Upaya Perebutan Gelar Juara Manchester City Berakhir Jika Tidak Taklukkan West Ham

Satria Putra Sejati • Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:25 WIB

Manajer Manchester City, Pep Guardiola ungkap timnya harus terus meningkatkan performa setelah kemenangan atas Real Madrid di Bernabeu
Manajer Manchester City, Pep Guardiola ungkap timnya harus terus meningkatkan performa setelah kemenangan atas Real Madrid di Bernabeu

RADAR JOGJA - Pep Guardiola menegaskan prioritas utama Manchester City adalah pertandingan yang wajib dimenangkan melawan West Ham setelah kekalahan leg pertama Liga Champions melawan Real Madrid, di mana kehilangan poin bisa berarti akhir dari upaya timnya meraih gelar.

Harapan The Citizens untuk melaju ke babak 8 besar Liga Champions mendapat pukulan besar di tengah pekan ketika kalah telak 3-0 di Bernabeu dari Los Blancos.

Manchester City akan berusaha membalikkan defisit di Etihad pada tengah pekan depan tetapi pertama-tama harus mengalihkan fokus kembali ke tantangan gelar Premier League dengan mengunjungi West Ham yang terancam degradasi pada Minggu (15/3) dini hari.

Tim Guardiola memiliki sedikit waktu untuk merenungkan kejadian di ibu kota Spanyol karena tidak mampu kehilangan poin lagi dalam pertarungan dengan Arsenal, dimana The Citizens kini tertinggal tujuh poin.

Manajer Manchester City mengatakan pada konferensi pers pra-pertandingan bahwa pertandingan melawan West Ham tidak kalah penting dari melawan Real Madrid.

"Kita sudah terbiasa, kan? Selama bertahun-tahun kita telah menjalani situasi seperti ini," kata Guardiola.

"Sekarang kita akan menghadapi West Ham dan setelah itu kita akan punya waktu untuk memikirkannya. Mainkan pertandingan yang harus dimainkan dan setelah pertandingan akan menentukan apakah kita punya peluang atau tidak," imbuhnya.

"Sekarang kita akan menghadapi West Ham. Premier League adalah gelar yang paling sulit. Kita masih di sana, mengetahui bahwa jika kita kehilangan poin, semuanya akan berakhir," jelasnya.

Tugas Manchester City bisa menjadi rumit karena situasi West Ham, dengan tim asuhan Nuno Espirito Santo yang terancam degradasi berjuang untuk mendapatkan poin di ujung klasemen yang berlawanan.

"Kami juga putus asa," ungkap Guardiola.

"Saya selalu mengatakan bahwa ketika kita sampai di 10 pertandingan terakhir, setiap tim bermain untuk sesuatu, untuk menghindari degradasi, untuk Europa League, untuk Conference League, untuk Liga Champions, untuk menjadi juara. Itu normal, setiap pertandingan," jelasnya.

"Sekarang tidak ada kesempatan kedua," tegasnya.

Pekan depan adalah pekan yang penting bagi Manchester City, dengan pertandingan melawan West Ham dan laga balasan melawan Real Madrid diikuti oleh final Carabao Cup.

Guardiola telah dikritik karena pemilihan pemainnya melawan Los Blancos setelah timnya dikalahkan oleh hattrick Federico Valverde.

The Citizens dianggap sebagai favorit untuk babak 16 besar karena performa tim Spanyol yang tidak konsisten di La Liga dan daftar cedera yang panjang.

"Ini bukan pertama kalinya saya dirugikan. Saya telah kalah berkali-kali di Liga Champions di semua tahap, berkali-kali dan telah dihujat karena keputusan dan apa yang terjadi," ujarnya.

"Jadi ini bukan pertama kalinya, tetapi pada saat yang sama, saya masih berada di posisi itu. Dan sampai hari terakhir, saya akan mempertahankan posisi saya dan saya dapat membela keputusan saya tentang pemilihan tim," lanjutnya.

"Saya tidak akan meyakinkan Anda karena kita kalah karena argumennya [sama] seperti sebelumnya," pungkasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#premier league #west ham #manchester city #pep guardiola