RADAR JOGJA - Pedro Neto dari Chelsea telah meminta maaf setelah mendorong seorang ball boy (anak gawang) di akhir pertandingan saat timnya kalah 5-2 dari Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (12/3) dini hari.
Bola baru saja keluar lapangan di sisi kanan pada waktu tambahan ketika pemain sayap Portugal itu mencoba mengambilnya dengan cepat dan mendorong dada anak gawang tersebut saat ia tampak mencoba untuk mempertahankan bola.
Anak gawang itu terjatuh ke belakang menabrak papan iklan.
"Saya ingin menjelaskan situasi yang terjadi di lapangan, saya ingin meminta maaf kepada anak gawang itu," kata Neto dikutip dari TNT Sports.
"Saya sudah berbicara dengannya, emosi pertandingan karena kami kalah, saya ingin mengambil bola, dan saya sedikit mendorongnya," imbuhnya.
"Saya melihat bahwa saya melukainya dan langsung meminta maaf, saya bukan orang seperti itu. Saya memberinya baju saya karena hal itu tidak boleh terjadi, jadi saya benar-benar minta maaf," jelasnya.
Anak gawang itu bangkit dan tampak tidak terluka. Ia dihibur oleh para pemain PSG sementara yang lain terlibat dalam beberapa dorongan dan saling sikut, sementara pemain les Parisiens lainnya memarahi Neto.
Neto mengatakan dia memberi anak itu jersey nomor 7 miliknya.
"Saya juga memberinya baju saya," kata Neto. "Dia senang saya memberinya baju dan meminta maaf sekitar 35 kali," lanjutnya.
Neto tidak dihukum oleh wasit atas insiden tersebut.
"Saya melihat ada pertikaian," kata pelatih Chelsea, Liam Rosenior.
"Saya belum melihat insiden itu. Jika ada kesalahan di pihak kami, saya meminta maaf atas nama klub dan Pedro telah melakukannya dalam wawancara," tegasnya.
Rosenior mengatakan dia seharusnya membantu para pemainnya untuk lebih fokus setelah insiden tersebut, yang beberapa saat kemudian diikuti oleh gol kelima PSG.
Editor : Satria Putra Sejati