JOGJA - Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menilai komposisi pemain asing timnya musim ini cukup ideal. Mayoritas pemain asing yang direkrut telah memiliki pengalaman bermain di kompetisi Indonesia, sehingga kualitasnya relatif sudah terukur.
Diakui, hal itu dinilai memudahkan proses adaptasi sekaligus membantu tim membangun chemistry di dalam skuad. "Memang pemain asing yang kita punya sekarang mayoritas sudah pernah main di Indonesia. Jadi sudah terukur kemampuannya," kata Razzi, Selasa (10/3/2026).
PSIM saat ini memiliki 10 pemain asing, 6 pemain di antaranya punya pengalaman lebih dari satu musim bermain di Indonesia. Empat pemain sisanya baru pertama bermain di Indonesia. Mereka adalah Franco Ramos Mingo, Jop van der Avert, Anton Fase, dan Donny Warmerdam.
Ia menambahkan, manajemen dan staf pelatih hanya perlu memadukan para pemain itu dengan pemain lokal agar dapat tampil maksimal di lapangan. "Kita coba menggabungkan saja pemain ini dan alhamdulillah-nya cocok dan sejauh ini berjalan dengan baik," ujarnya.
Musim ini, regulasi kompetisi BRI Super League 2025/2026 memang memberikan ruang cukup besar bagi klub untuk memanfaatkan pemain asing. Setiap tim diperbolehkan mengontrak maksimal 11 pemain asing.
Dari jumlah itu, sembilan pemain dapat dimasukkan ke dalam daftar susunan pemain (DSP) saat pertandingan, sementara maksimal tujuh pemain asing boleh bermain secara bersamaan di lapangan.
Para pemain asing PSIM pun menjadi salah satu tulang punggung tim musim ini. Kontribusi mereka membantu PSIM tampil cukup kompetitif meski berstatus sebagai tim promosi.
Hingga pekan ke-24 kompetisi, Laskar Mataram mampu bertahan di papan tengah klasemen sementara dengan menempati posisi kedelapan dan mengoleksi 37 poin.
Razzi mengakui perjalanan tim masih panjang, namun ia menilai performa PSIM secara garis besar relatif stabil. "Grafik PSIM itu kurang lebih beberapa pekan terakhir memang di situ-situ saja. Artinya konsistensinya bisa dibilang cukup baik," ucapnya.
Meski performa tim cukup menjanjikan sebagai debutan, manajemen tetap memasang target realistis pada musim ini. Razzi menegaskan fokus utama PSIM adalah memastikan posisi aman di klasemen hingga akhir kompetisi.
"Target kita tahun ini hanya bertahan dengan nyaman. Bukan berarti kita tidak mau lebih, tapi saat ini kita harus tetap realistis," ujar Razzi. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun