Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bek PSIM Jogja Jop van der Avert Terpukau dengan Atmosfer Suporter di Stadion Sultan Agung Bantul

Fahmi Fahriza • Kamis, 5 Maret 2026 | 22:24 WIB

 

MERASAKAN LANGSUNG: PSIM saat bermain di kandang SSA, Bantul. Atmosfer di SSA menjadikan kesan tersendiri bagi Jop van der Avert.
MERASAKAN LANGSUNG: PSIM saat bermain di kandang SSA, Bantul. Atmosfer di SSA menjadikan kesan tersendiri bagi Jop van der Avert.

 

JOGJA - Bek tengah PSIM Jogja Jop van der Avert mengaku terkesan dengan atmosfer dukungan suporter Laskar Mataram sejak ia bergabung pada paruh musim kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Pemain asal Belanda itu bahkan sudah merasakan langsung dukungan dari tribun stadion dalam beberapa pertandingan yang ia jalani bersama PSIM.

Sejak didatangkan manajemen pada paruh musim, Jop tercatat sudah tampil dalam empat pertandingan secara beruntun, yakni saat menghadapi Persik Kediri, Bali United, PSBS Biak, dan Semen Padang. Menariknya, dalam keempat laga tersebut ia selalu bermain penuh selama 90 menit di posisi bek tengah.

Menurut Jop, atmosfer yang diciptakan para suporter PSIM di stadion membuatnya semakin termotivasi untuk memberi penampilan terbaik di lapangan.

"Atmosfernya luar biasa. Terutama jika kami bisa meraih tiga poin. Itulah yang ingin kami berikan kepada para penggemar di sini," ujar Jop, Kamis (5/3/2026).

Ia juga mengaku tidak sabar untuk kembali merasakan dukungan langsung dari suporter saat bermain di kandang. "Apa yang saya lihat sangat menyenangkan dan indah. Bermain di kandang dengan dukungan para suporter," ujarnya.

Jop menilai atmosfer sepak bola di Indonesia memiliki karakter yang berbeda dibandingkan negara lain tempat ia pernah bermain sebelumnya.

Dengan adaptasi yang semakin baik serta kepercayaan yang ia dapatkan di lini belakang, Jop berharap dapat terus memberikan kontribusi maksimal bagi PSIM di sisa musim ini.

"Setiap negara punya gaya sepak bola sendiri, baik dari komunikasi, stadion, atau lingkungannya. Itu yang membuat sepak bola di setiap tempat terasa berbeda," jelasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#persik kediri #PSIM #BRI Super League 2025 2026 #BRI Super League 2025/2026 #Suporter #Jop Van der Avert #BRI Super League #Laskar Mataram #psbs biak #BRI Super League 2026 #semen padang #bali united #PSIM Jogja