RADAR JOGJA – Persis Solo akan menjamu PSBS Biak dalam pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 di Stadion Manahan, Solo pada Sabtu (21/2) malam.
Berada di dasar klasemen dengan 12 poin dari 21 laga tak menyurutkan semangat Laskar Sambernyawa untuk bangkit.
Dengan catatan minor dari skuad Badai Pasifik, Persis ingin mengakhiri paceklik dengan meraih kemenangan kandang perdana musim ini.
Pelatih Persis, Milomir Seslija mengatakan timnya dalam kondisi yang sangat baik untuk lag aini dan para pemain telah menunjukkan perkembangan.
Dia juga berharap laga ini akan menjadi berkah di bulan Ramadan dengan meraih tiga poin di kandang untuk pertama kalinya.
“Kita butuh percaya diri dan besok kami yakin menang bersama suporter,” kata pelatih asal Bosnia tersebut.
“Ini harus jadi kemenangan pertama di kandang dan menjadi berkah di Ramadan ini buat kami,” imbuhnya.
Persis juga telah mendapatkan amunisi baru di lini serang dengan hadirnya Febri Hariyadi yang didatangkan dari Persib Bandung dengan status pinjaman.
Meskipun begitu, pelatih yang kerap disapa Milo tersebut mengakui semua pemain memiliki peran masing-masing dan akan berperan penting untuk mengakhiri tren minor di kandang.
“Saya belajar banyak dari laga sebelumnya, dan untuk laga ini kami punya banyak opsi lini serang dan kita juga siap untuk mengantisipasi serangan balik lawan. Saya prediksi besok akan menjadi laga ketat bagi kedua tim,” jelasnya.
Milo berharap kepada suporter untuk datang dan memberikan dukungan untuk Persis di laga karena hadirnya suporter akan meningkatkan moral dan percaya diri dari para pemain.
“Persis tanpa suporter bukan apa-apa dan kita menyadari ini bukan posisi yang baik. Dan saya ingin suporter terus bersatu mendukung tim ini,” tegas Milo.
Dilain sisi, PSBS datang ke Manahan dengan modal yang kurang baik, yakni tanpa kemenangan dalam empat laga terakhir dan hanya meraih satu poin dalam rentetan tersebut.
Meskipun kini berada di peringkat ke-15 klasemen, Laskar Badai Pasifik akan waspada karena hanya memiliki keunggulan satu poin dari Semen Padang yang berada di batas atas zona degradasi.
Editor : Satria Putra Sejati