RADAR JOGJA – Persik Kediri akan menjalani laga kandang menjamu PSIM Jogja dalam pertandingan pekan ke-21 BRI Super League 2025/26 pada Jumat (13/2) sore.
Namun, pertandingan kandang ini tidak terlalu menguntungkan bagi Persik karena tidak dimainkan di Stadion Brawijaya, Kediri, melainkan Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.
Hal tersebut dilakukan karena alasan keamanan seperti yang dikonfirmasi oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo. Pada Selasa (10/2) malam, dia membeberkan bahwa Persik akan memakai GJS, seperti yang dikutip dari Radar Kediri (Jawapos grup).
Ini akan menjadi angin segar bagi PSIM yang datang ke Gresik dengan harapan bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
Pelatih Persik, Marcos Reina mengakui pertandingan ini memanglah pertandingan kandang, namun menurutnya atmosfernya tidak seperti di rumah sendiri.
“Ini jelas tak mudah, karena tim harus melakukan perjalanan ke Gresik,” kata Marcos Reina.
Pelatih asal Spanyol tersebut menambahkan strategi untuk meraih kemenangan atas PSIM berbeda dengan strategi dalam kemenangan Persik atas Dewa United pekan lalu.
Untuk itu, dia mempersiapkan strategi khusus untuk membawa Macan Putih meraih kemenangan ketiga secara beruntun.
“Tiap pertandingan beda dengan pertandingan lainnya. Maka saya juga menyiapkan game plan terbaik untuk mengalahkan PSIM,” tambahnya.
Dilain sisi, Marcos Reina tidak ingin memandang remeh PSIM. Menurutnya, Laskar Mataram memiliki materi pemain yang kuat dan pola permainan yang dalam yang dikoordinasikan oleh mantan pemain Persik, Ze Valente.
“Mereka mampu cetak gol dari open play maupun bola mati. Tapi kami akan fokus memanfaatkan kelemahan mereka untuk menang. Dan bagaimana agar kami tak kalah,” tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati