RADAR JOGJA - Pelatih Iran, Vahid Shamsaee mengaku bangga akan perjuangan tim besutannya untuk mengalahkan Indonesia di partai final AFC Futsal Asian Cup 2026 pada Sabtu (7/2) malam fi Indonesia Arena.
Iran dipaksa hingga batas maksimal oleh finalis debutan Indonesia, yang memimpin tiga kali dalam pertandingan yang mendebarkan tetapi tidak dapat mencegah tim Asia Tengah itu meraih gelar ke-14 yang memperpanjang rekor dengan kemenangan adu penalti.
“Sangat sulit dalam situasi ini untuk mengatakan apakah saya senang atau tidak senang,” kata Shamsaee.
“Banyak insiden terjadi selama turnamen. Saya percaya bahwa futsal adalah olahraga yang menyatukan semua orang," lanjutnya.
“Sejak saya mulai sebagai pemain, itu adalah untuk mengabdi kepada negara saya, itu selalu menjadi mentalitas saya, untuk menunjukkan penampilan terbaik saya untuk negara saya. Saya percaya semua yang saya lakukan adalah untuk rakyat saya,” jelasnya.
“Ketika saya menjadi pelatih, mentalitas saya tetap sama. Saya dan tim berada di bawah tekanan yang sangat besar, saya ingin berterima kasih kepada federasi, semua pemain, manajer tim, bersama-sama kami membuat orang-orang di tanah air bahagia,” tambahnya.
Pelatih berusia 50 tahun ini telah mengangkat gelar kontinental delapan kali sebagai pemain dan kini dua kali sebagai pelatih kepala, tetapi mengakui Jakarta 2026 adalah yang paling menantang.
“Saya telah mengangkat banyak trofi tetapi ini adalah yang tersulit. Selamat kepada Indonesia, ini adalah perkembangan terbesar yang pernah saya lihat," ungkap Shamsaee.
“Dari sudut pandang teknis, semua pemain saya tampil bagus hari ini. Saya tidak pernah berharap tekanan seperti itu pada siapa pun, tetapi yang penting adalah trofi ada di tangan kita,” pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati