RADAR JOGJA - Wesley Fofana menangis setelah kekalahan menyakitkan Chelsea di Carabao Cup. Namun seorang legenda Arsenal dengan blak-blakan mengatakan dia seharusnya menangis.
Fofana bermain penuh 90 menit di Emirates pada Rabu (4/2) dini hari. Namun timnya gagal mencetak gol penting untuk menyamakan kedudukan di semifinal melawan Arsenal.
Tertinggal 3-2 dari leg pertama di Stamford Bridge, The Blues hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan tidak berhasil mencetak gol.
Dan kekalahan dari The Gunners dikonfirmasi pada menit ke-97 ketika Kai Havertz melewati kiper Robert Sanchez dan mencetak gol ke gawang kosong.
Hampir tidak ada waktu untuk pertandingan dimulai kembali sebelum peluit akhir berbunyi. Dan begitu semuanya berakhir, Fofana yang kecewa langsung berjongkok dan tampak menangis tersedu-sedu.
Ia terlihat menyeka matanya, seolah tak mampu menahan emosinya karena gagal meraih trofi lagi.
Fofana memenangkan Conference League musim lalu dan merasakan kejayaan Wembley bersama Leicester di final FA Cup pada tahun 2021.
Namun Paul Merson merasa pemain internasional Prancis yang baru sekali membela timnas itu wajar merasa kecewa mengingat performa timnya.
“Saya terkejut. Saya tidak percaya apa yang baru saja saya saksikan. Chelsea bukanlah tim lima terbawah. Mereka memiliki juara Piala Dunia," ujar Paul Merson.
“Fofana menangis. Dia seharusnya menangis karena mereka tidak pernah berusaha maksimal. Mereka tersingkir dengan lesu di semifinal," jelasnya.
Arsenal akan menghadapi Manchester City atau Newcastle di final bulan Maret, yang mereka harapkan bisa menjadi trofi pertama dari quadruple bersejarah.
Sedangkan untuk Chelsea dan Fofana, mereka akan mengalihkan perhatian untuk mengamankan posisi empat besar di Premier League, melaju di Liga Champions, dan mengalahkan mantan klub Liam Rosenior, Hull City, di FA Cup.
Editor : Satria Putra Sejati