RADAR JOGJA – Persebaya Surabaya ditahan imbang Dewa United dalam pertandingan pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya dengan skor 1-1 pada Minggu (1/2) malam.
Francisco Rivera membawa Green Force unggul pada menit ke-23 sebelum Banten Warriors membalas melalui Kafiatur Rizky setelah setengah jam laga berjalan.
Bahkan, Persebaya memiliki keunggulan jumlah pemain saat pemain Dewa United, Nick Kuipers diusir dari lapangan pada menit ke-37.
Green Force terus menekan namun keadaan tidak berubah dan laga berakhir dengan skor 1-1.
“Saya menyukai permainan kami di babak pertama, kami punya peluang-peluang bagus. Kami bermain cepat, memindahkan bola dari sisi ke sisi dengan cepat, transisi menyerang bagus, transisi bertahan juga bagus,” kata pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
Sangat kontras dengan penampilan di babak pertama, Tavares menilai Dewa United yang bermain dengan 10 pemain terlalu membuang banyak waktu.
Persebaya dipaksa mengikuti arus dari Banten Warriors dan terlalu lama memindahkan bola.
“Saya pikir kami bisa bermain lebih baik dengan keunggulan satu pemain, tapi ini yang harus kami perbaiki,” tambahnya.
Hasil imbang tersebut bak kekalahan bagi Persebaya karena mendapatkan dukungan penuh di Gelora Bung Tomo.
“Saya tidak senang karena bermain di kandang dengan satu pemain lebih banyak, saya ingin menang,” jelasnya.
Dilain sisi, Tavares mengakui kualitas dari komposisi pemain Dewa United baik yang bermain di lapangan maupun bench.
Terbukti, dengan kekurangan jumlah pemain, Banten Warriors bisa memberikan perlawanan yang berarti terhadap tim besutannya.
“Mereka punya pilihan pemain di bangku cadangan dan juga pemain-pemain tim nasional Indonesia yang tidak dimainkan, seperti Egy Maulana Vikri,” tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati