JOGJA - Putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026 resmi bergulir akhir pekan ini.
PSIM Jogja membuka paruh kedua musim dengan laga sarat gengsi menghadapi Persebaya Surabaya, Minggu (25/1/2026), di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengungkapkan, salah satu fokus timnya dalam masa persiapan kali ini adalah peningkatan kondisi fisik pemain, mengingat padatnya jadwal pertandingan di putaran kedua selama beberapa pekan ke depan.
"Penting bagi saya di periode ini kami melakukan sedikit latihan fisik, karena ke depan kami akan menghadapi banyak pertandingan dalam waktu yang sempit.
Selain itu, staf medis juga bekerja keras menangani beberapa pemain yang mengalami cedera," ujar Van Gastel, Sabtu (24/1/2026).
Menghadapi Persebaya yang kini dilatih Bernardo Tavares, Van Gastel mengaku sudah mempelajari permainan Bajul Ijo, termasuk saat mereka menghadapi Malut United pada laga sebelumnya.
"Saya sudah menonton pertandingan terakhir mereka. Terlihat ada perbedaan cara bermain dibanding sebelumnya. Namun yang terpenting bagi kami adalah tetap memainkan permainan kami sendiri, terlepas dari apa yang dilakukan lawan," tegasnya.
Di sisi lain, Van Gastel juga memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Bernardo Tavares yang pernah membawa PSM Makassar menjadi juara pada musim kompetisi 2022 lalu.
"Di masa lalu dia membuktikan bisa membawa tim menjadi juara. Itu pencapaian yang pantas dihormati. Sekarang dia di Persebaya, tentu klub berharap bisa menantang tim lain dalam perebutan gelar," katanya.
Sementara itu, pemain PSIM Jogja Ze Valente menyatakan timnya berada dalam kondisi siap dan penuh kepercayaan diri menatap laga big match ini.
"Persiapan sejauh ini bagus, kami siap bermain. Tim merasa percaya diri dan memiliki semua kondisi untuk memainkan pertandingan yang bagus. Kami tahu Persebaya juga ingin menang, tapi itu tidak akan mudah bagi mereka," ujar Ze.
Pemain asal Portugal tersebut juga memberi komentar terkait kabar tiket pertandingan yang telah terjual habis, Ze berharap dukungan suporter bisa menjadi energi tambahan bagi Laskar Mataram.
"Saya senang mendengarnya. Atmosfer stadion sangat penting bagi kami dan saya berharap para penggemar bisa terus datang mendukung PSIM di putaran kedua," tambahnya.
Di kubu lawan, pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengakui timnya masih dalam proses adaptasi dengan ide permainan baru. Ia juga menyebut kondisi tim belum sepenuhnya ideal karena sejumlah pemain mengalami cedera dan gangguan kesehatan.
"Kami mencoba meningkatkan kebugaran pemain. Sayangnya ada beberapa pemain yang cedera atau terkena virus sehingga tidak bisa berlatih bersama tim," ungkap Tavares.
Pelatih asal Portugal itu menilai PSIM sebagai tim yang kuat dan para pemainnya memiliki intensitas lari tinggi, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola.
"Mereka adalah tim yang banyak berlari dan memiliki pemain-pemain bagus. Mereka sudah membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan Persebaya di putaran pertama. Jadi kami harus fokus di semua momen pertandingan, termasuk transisi dan bola mati," jelasnya.
Hal senada disampaikan kiper Persebaya Ernando Ari. Ia menilai persiapan tim berjalan positif setelah menjalani sekitar tiga pekan latihan bersama pelatih baru.
"Kami sudah diberi pemahaman tentang karakteristik pemain PSIM. Persiapan kami sejauh ini sangat baik dan kami siap untuk pertandingan besok," kata Ernando. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva