JOGJA - PSIM Jogja tidak hanya fokus menuntaskan target bertahan di BRI Super League 2025/2026, tetapi juga mulai menata fondasi tim untuk jangka menengah.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh manajemen adalah mengamankan mayoritas pemain asing dengan kontrak berdurasi lebih dari satu musim.
Pada musim perdananya kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah penantian panjang 18 tahun, PSIM memasang target realistis, bertahan dengan nyaman.
Meski demikian, manajemen klub menegaskan pembangunan tim tidak dilakukan secara instan, melainkan bertahap dan terukur.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengungkapkan, sebagian besar pemain asing yang saat ini memperkuat tim telah dikontrak selama dua musim.
Kebijakan itu diambil untuk menjaga stabilitas tim sekaligus mempermudah proses evaluasi dan pengembangan skuad ke depan.
"Semua pemain asing yang sudah punya pengalaman bermain di liga Indonesia kita kontrak dua tahun," ungkap Razzi, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, langkah itu juga dilandasi kepuasan manajemen terhadap kontribusi para pemain asing berpengalaman yang menjadi tulang punggung tim.
Hingga paruh musim berjalan, Laskar Mataram dinilai tampil cukup konsisten dan berada dalam posisi aman di klasemen sementara.
Secara klasemen, PSIM kini menempati peringkat keenam dengan raihan 30 poin, sebuah posisi yang dianggap cukup positif bagi tim promosi.
"Nama-nama seperti Ze Valente, Vidal, itu kan sudah sangat berpengalaman. Kontribusinya di tim juga sangat besar dan terasa," tuturnya.
Baca Juga: Waspada! Siklon 91S Kembali Muncul, Hujan Lebat Jadi Ancaman di DIJ hingga Akhir Januari
Di sisi lain, tidak semua pemain asing langsung diikat kontrak jangka panjang. Beberapa nama seperti Donny Warmerdam, Anton Fase, dan Franco Ramos saat ini masih terikat kontrak satu musim bersama PSIM.
Karena para pemain itu juga baru kali pertama bermain di kompetisi sepak bola Indonesia.
Meski kompetisi baru berjalan setengah musim, Razzi mengakui manajemen sudah mulai melakukan evaluasi dini.
Hasilnya, sejumlah pemain asing dinilai mampu beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan performa memuaskan, sehingga berpeluang dipertahankan lebih lama.
"Contohnya Franco, pertama main di Indonesia langsung bisa nyetel. Dan aku pribadi puas banget sama penampilan dia, itu kemungkinan besar akan kita perpanjang," ujarnya.
Lebih jauh Razzi juga mengisyaratkan PSIM memiliki ambisi yang lebih besar untuk musim depan.
Jika pada musim ini targetnya masih bertahan dengan nyaman, maka arah bidikan klub ke depan akan dinaikkan, meski belum dijabarkan secara detail.
Langkah mengamankan mayoritas pemain asing sejak dini menjadi sinyal keseriusan PSIM dalam membangun tim yang kompetitif dan berkelanjutan.
Tidak hanya untuk bertahan di Super League, tetapi juga bersaing lebih jauh pada musim-musim berikutnya.
"Musim depan tentu kami ingin targetnya naik. Tapi spesifiknya seperti apa, itu belum bisa di-share sekarang," paparnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun