RADAR JOGJA - Bertanding di turnamen keempat yang berbeda dalam kurun waktu empat pertandingan, Chelsea menjamu Pafos dalam pertandingan fase liga Liga Champions pada Kamis (22/1) dini hari di Stamford Bridge.
The Blues berada dua poin di bawah zona otomatis babak 16 besar dengan dua pertandingan tersisa, sementara tim asal Siprus itu masih berjuang untuk mendapatkan hak untuk masuk ke babak play-off.
Prestasi pertama Chelsea tidak berhenti untuk pelatih kepala yang baru ditunjuk, Liam Rosenior, yang akan menjalani debutnya di Liga Champions bersama The Blues tak lama setelah debut di EFL Cup, FA Cup, dan Premier League.
Sebelum kepergian Enzo Maresca yang mengejutkan, pelatih asal Italia yang kini menganggur itu mengawasi tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dari enam pertandingan fase liga pembuka Chelsea, yang terbaru adalah kekalahan menyakitkan 2-1 di kandang Atalanta pada pertandingan keenam.
Setelah juga kehilangan poin melawan Bayern Munich dan Qarabag di turnamen musim ini, The Blues berada di luar delapan posisi teratas yang didambakan, tepatnya di posisi ke-13. Namun, karena ketatnya persaingan di klasemen, mereka hanya terpaut tiga poin dari Paris Saint-Germain yang berada di posisi ketiga.
Lebih lanjut, semua penampilan buruk The Blues di Eropa musim ini terjadi di laga tandang dimana telah mengalahkan Barcelona, Ajax, dan Benfica di kandang sendiri dan kini tak terkalahkan dalam 17 pertandingan fase grup/liga UEFA di Stamford Bridge.
Tuan rumah juga sedang dalam rentetan mencetak gol yang luar biasa dalam 21 pertandingan di Eropa dan mencatatkan kemenangan mudah 2-0 di Premier League atas rival sekota London Barat, Brentford, pada akhir pekan lalu.
Hanya tertinggal empat poin dari Chelsea di klasemen Liga Champions, Pafos tidak hanya sekadar pelengkap dalam kampanye Liga Champions perdana, seperti yang dapat dibuktikan oleh empat tim berbeda.
Tim asal Siprus ini memiliki jumlah kekalahan yang sama dengan Chelsea, yaitu dua kekalahan, tetapi telah meraih poin dari Villarreal, Monaco, Olympiacos, dan Kairat di edisi 2025/26, mengejutkan Villarreal dengan kemenangan 1-0 pada bulan November dan menahan imbang tiga tim lainnya di fase liga.
Akibatnya, tim asuhan Albert Celades masih memiliki peluang untuk lolos ke babak playoff, berada di peringkat ke-26 dan hanya terpaut satu poin dari Copenhagen, yang mengamankan tempat ke-24 dan terakhir untuk babak gugur.
Namun, konsistensi masih sulit didapatkan oleh tim tamu, karena mengalami kekalahan mengejutkan 2-0 dari Olympiakos Nicosia di pertandingan liga utama akhir pekan lalu, membuat mereka tertinggal lima poin dari pemimpin klasemen Divisi Pertama Siprus, Omonoia Nicosia, dengan satu pertandingan tersisa.
Kekalahan Pafos di laga tandang terakhir kali sejalan dengan kesulitan di laga tandang kontinental, karena belum mencetak gol di Liga Champions saat bermain tandang dan menjadi tim underdog dalam pertemuan pertama dengan klub Inggris.
Head to head:
5 pertandingan terakhir Chelsea:
17/01/2026 Chelsea 2-0 Brentford
15/01/2026 Chelsea 2-3 Arsenal
11/01/2026 Charlton Athletic 1-5 Chelsea
08/01/2026 Fulham 2-1 Chelsea
05/01/2026 Manchester City 1-1 Chelsea
5 pertandingan terakhir Pafos:
18/01/2026 Olympiacos Nicosia 2-0 Pafos
13/01/2026 Pafos 2-0 Omonia Aradippou
07/01/2026 Pafos 2-1 Chloraka
05/01/2026 Apollon Limasson 2-1 Pafos
15/12/2025 Enosis Neon Paralimniou 0-2 Pafos
Prediksi susunan pemain:
Chelsea (4-2-3-1):
Sanchez (GK); Acheampong, Fofana, Badiashile, Hato; Caicedo, Santos; George, Pedro, Gittens; Delap
Pafos (4-3-3):
Michail (GK); Bruno, Luckassen, Langa, Pileas; Pepe, Sunjic, Quina; Dragomic, Silva, Orsic
Prediksi:
Kami katakan: Chelsea 4-0 Pafos
Pafos telah menunjukkan performa yang baik melawan beberapa tim Eropa yang disegani musim ini, tetapi tantangan dari Chelsea pasti akan menjadi langkah yang terlalu berat bagi tim Siprus tersebut.
Bahkan jika tim tuan rumah melakukan rotasi pemain, anak asuh Rosenior seharusnya tidak kesulitan memanfaatkan krisis pemilihan pemain bertahan Pafos saat mereka kembali mengincar posisi delapan besar.
Editor : Satria Putra Sejati