Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Adaptasi Taktik Berbuah Manis, EPA PSIM Jogja Bawa Pulang Hasil Positif dari Pamekasan

Fahmi Fahriza • Senin, 19 Januari 2026 | 18:04 WIB

 

Tim EPA PSIM Jogja saat menghadapi tim EPA Madura United
Tim EPA PSIM Jogja saat menghadapi tim EPA Madura United

JOGJA - Skuad muda PSIM Jogja sukses menorehkan hasil positif saat melakoni laga tandang menghadapi Madura United dalam lanjutan kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.

Bermain di Madura United Training Ground, Pamekasan,  Sabtu (17/1) dan Minggu (18/1/2026), Laskar Mataram Muda mampu membawa pulang poin berharga.

Hasil maksimal diraih tim PSIM U-16 dan U-18 yang tampil konsisten sepanjang dua hari pertandingan.

Kedua kelompok umur itu berhasil menyapu bersih kemenangan dan mengamankan total enam poin masing-masing. Sementara PSIM U-20 harus puas dengan tambahan dua poin setelah dua kali bermain imbang.

Manajer EPA PSIM Jogja Joshua Dio mengapresiasi performa serta mentalitas para pemain yang tetap terjaga meski menghadapi tantangan berat di laga tandang.

"Secara keseluruhan teman-teman puas dengan cara main dan attitude pemain di lapangan. Mereka mau kerja keras untuk ambil poin sesuai target," ujarnya, Senin (19/1/2026).

Selain tekanan dari tuan rumah, kondisi cuaca dan lingkungan stadion turut menjadi tantangan tersendiri bagi skuad muda PSIM.

Joshua menjelaskan, cuaca panas dan hembusan angin kencang memaksa tim melakukan penyesuaian strategi sejak awal pertandingan.

"Cuaca panas sekali, terlebih stadionnya dekat dengan laut jadi anginnya sangat besar. Jadi, kita mulai adaptasi untuk tidak banyak bermain bola atas karena anginnya kurang mendukung," jelasnya.

Keberhasilan PSIM U-16 dan U-18 meraih kemenangan tidak lepas dari kesabaran pemain dalam menghadapi pertahanan rapat Madura United.

Baca Juga: Strategi Low Block Jadi Kryptonite PSIM Jogja, Van Gastel Realistis, Menang jika Bisa atau Jangan sampai Kalah

Strategi low block yang diterapkan tuan rumah menuntut permainan yang disiplin dan efektif dari PSIM muda.

Joshua menegaskan, tim pelatih menekankan permainan bola ke kaki serta pemanfaatan peluang secara maksimal.

"Kita harus main sabar untuk bongkarnya, tidak perlu long ball yang tidak jelas. Kita sabar main kaki ke kaki dan mencoba memanfaatkan kesempatan sekecil mungkin untuk mencetak gol," ulasnya.

Pendekatan itu terbukti efektif. PSIM U-16 dan U-18 tidak hanya mampu mencetak gol, tetapi juga tampil solid di lini belakang. Kedua tim sukses mencatatkan clean sheet dalam dua pertandingan.

"Kebetulan di dua game juga U16 dan U18 tidak kebobolan, jadi secara transisi defense dilanjutkan attack lumayan berhasil diterapkan," tambah Joshua.

Situasi berbeda dialami skuad PSIM U-20 yang harus berangkat ke Pamekasan dengan komposisi pemain tidak ideal. Beberapa pemain inti absen akibat cedera, sehingga tim pelatih terpaksa melakukan penyesuaian skema permainan.

"Kita fight dengan komposisi pemain yang tersedia. Bahkan di dua match kemarin kita tidak pakai striker sama sekali karena cedera," ungkap Joshua.

Meski dalam kondisi pincang, PSIM U-20 tetap menunjukkan daya juang tinggi. Pada laga kedua mereka mampu menahan imbang Madura United dengan mengandalkan skema false nine.

"Di lima menit akhir kita kejar, tapi hasilnya cuma kita dapat satu gol. Kami tetap bersyukur dapat dua poin dari U-20," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#pertandingan #clean sheet #Fight #PSIM U 16 #Super League #long ball #Super League 2025/2026 #pamekasan #EPA #Attack #elite pro academy #Super League 2025 2026 #EPA PSIM #PSIM U 20 #False Nine #madura united #PSIM U 18