Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Strategi Low Block Jadi Kryptonite PSIM Jogja, Van Gastel Realistis, Menang jika Bisa atau Jangan sampai Kalah

Fahmi Fahriza • Senin, 19 Januari 2026 | 17:51 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel.

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel secara terbuka mengakui tim-tim yang bermain dengan strategi low block atau garis pertahanan rendah menjadi tantangan tersendiri di kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Dari total 17 pertandingan yang telah dijalani PSIM, Van Gastel menyebut pola permainan lawan dengan blok rendah kerap menyulitkan timnya untuk mengembangkan permainan.

Situasi itu turut tercermin dalam catatan hasil PSIM yakni 8 kemenangan, 6 imbang, dan 3 kekalahan.

Meski demikian, pelatih asal Belanda itu menegaskan, kesulitan menghadapi low block tidak akan membuatnya mengubah prinsip dan filosofi bermain yang sudah ia pegang sejak awal musim.

Ia mengaku akan tetap konsisten dan mempertahankan filosofi permainan, baik saat tim meraih kemenangan beruntun maupun berada dalam situasi sulit.

"Meski begitu, tidak langsung ubah prinsip saya," ujar Van Gastel, Senin (19/1/2026).

Van Gastel mengakui dalam beberapa laga terakhir, PSIM memang menemui hambatan ketika berhadapan dengan tim yang memilih bertahan rapat dan menutup ruang.

Misalnya Persijap Jepara, PSBS Biak, dan Semen Padang.

Namun, menurutnya, kondisi itu bukan hanya dialami Laskar Mataram saja, melainkan hampir semua tim, bahkan di level tertinggi sepak bola dunia.

"Pada dasarnya seperti setiap tim di Super League ini sulit dikalahkan. Bahkan untuk tim seperti Barcelona atau Real Madrid pun juga akan sangat sulit dikalahkan jika bermain dengan low block," jelasnya.

Ia kemudian mencontohkan pertandingan internasional untuk menggambarkan betapa efektifnya strategi tersebut jika dijalankan dengan disiplin.

Baca Juga: Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis

"Saya tahu Timnas Argentina hanya menang 2-0 melawan Timnas Indonesia yang menggunakan blok rendah. Padahal Argentina adalah salah satu tim terbaik di dunia," tambah Van Gastel.

Lebih lanjut mantan pemain Feyenoord itu menjelaskan, kunci utama untuk membongkar pertahanan rendah terletak pada kualitas individu pemain. Khususnya kemampuan saat duel satu lawan satu.

"Apa yang memudahkan adalah jika Anda punya pemain yang bisa bermain satu lawan satu. Karena jika pemain itu bisa melewati lawan, maka kita memiliki keunggulan jumlah pemain dan kemudian peluang akan tercipta," ungkapnya.

Namun Van Gastel menilai kondisi akan jauh lebih sulit ketika garis pertahanan lawan sudah terlalu dalam, bahkan berada di area kotak penalti.

"Jika garis pertahanan ada di kotak penalti, tidak ada ruang untuk lari. Pada dasarnya Anda hanya bisa menembak. Dan menembak bukan bagian terbaik dari permainan kami," tuturnya.

Meski menghadapi tantangan itu, Van Gastel menekankan pendekatan PSIM tetap realistis. Jika kemenangan sulit diraih, maka setidaknya tim harus memastikan tidak kehilangan poin.

"Tentu saja kami mencoba untuk menang. Tapi jika kami tidak bisa menang, setidaknya kami mencoba untuk tidak kalah," bebernya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#BRI Super League 2025 #Van Gastel #kompetisi #persijap jepara #PSIM #BRI Super League 2025 2026 #low block #BRI Super League 2025/2026 #Kryptonite #strategi #Laskar Mataram #realistis #Jean Paul van Gastel #psbs biak #semen padang #PSIM Jogja